Very Important Person (V.I.P)

Renungan Rabu 24 Februari 2016

Bacaan: Yer. 18:18-20; Mzm. 31:5-6,14,15-16; Mat. 20:17-28

Banyak orang ingin menjadi nomor 1, posisi penting dan menjadi VIP. Sebab menduduki posisi penting berarti akan dipandang, akan dilayani, akan dikagumi. Orang berlomba-lomba melakukan berbagai hal untuk mencapai keinginan menjadi orang penting. Termasuk ibu anak-anak Zebedeus, yaitu Salome, ibu Yakobus dan Yohanes yang sujud meminta Yesus menempatkan kedua anaknya duduk di sisi Yesus dalam kerajaanNya sehingga menyebabkan kemarahan di antara sepuluh murid lainnya.

Salome dan sepuluh murid lainnya lupa bahwa kerajaan Allah berbeda dengan kerajaan dunia. Menjadi orang penting, orang nomor satu dan VIP bukan berarti dipandang dan dilayani tetapi malah harus melayani karena Allah sudah mempercayakan banyak hal (Luk 12:28b). Seperti Yesus yang datang bukan untuk dilayani tetapi melayani dan mati di kayu salib menebus dosa manusia. Menjadi orang penting maka harus semakin merendahkan hati sehingga Allah yang lebih ditinggikan. Menjadi orang penting maka harus semakin mendekatkan diri pada Allah karena semakin tinggi posisi kita, semakin banyak lawan yang siap menyerang dan menjatuhkan kita seperti yang dialami Yeremia.

Seperti pepatah, makin tinggi pohon maka makin kencang anginnya. Oleh sebab itu adalah baik jika menjadi orang penting melalui proses. Seperti cawan besi yang harus melalui tungku api agar karakter Kristus tampak dalam diri dan sikap kita. Agar berakar kuat dalam iman sehingga tidak mudah tumbang dalam apa yang kita kerjakan.

Apakah anda orang penting? Orang penting di pekerjaan, di pelayanan, di lingkungan maupun di keluarga. Kita adalah anak-anak Allah, maka mari kita menjadi orang penting dalam Kerajaan Allah. Yang mau melayani dan tidak minta dilayani. Yang mau merendahkan hati agar Allah yang ditinggikan.Yang mau melekat pada Allah sehingga dalam setiap keputusan, perkataan dan tindakan ada hikmat dari Allah.

Tuhan memberkati kita semua.

ACY