Mengasihi Supaya Sempurna

Renungan Sabtu 20 Februari 2016

Bacaan: Ul. 26:16-19; Mzm. 119:1-2,4-5,7-8; Mat. 5:43-48

“…Kasihi dan berdoalah untuk musuhmu … Mat 5: 44

Pernahkah kita menyadari bahwa kasih Allah mengatasi semua ketakutan, mengalahkan dosa dan keinginan memuaskan diri sendiri. Allah senantiasa memperbarui kasih-Nya untuk kita. Kasih-Nya yang mempunyai kuasa untuk membebaskan kita dari si jahat – dari cinta diri, keserakahan, kemarahan, kebencian, iri hati dan dengki.

Allah itu baik – baik bagi semua orang, orang saleh maupun orang berdosa. Kasih Allah ditawarkan kepada semua orang tanpa pilih-pilih. Karena itu, Allah menginginkan kita yang sudah menerima dan hidup dalam kasih-Nya untuk belajar melihat kebaikan yang ada dalam diri orang lain, meskipun orang tersebut pernah menyakiti atau berbuat jahat terhadap kita. Allah menghendaki kita untuk terus belajar mengasihi sesame kita dengan kasih dan kebaikan yang sama dengan yang IA sendiri sudah berikan.

Akan tetapi dalam kehidupan kita di dunia ini, jauh lebih mudah bersikap manis penuh keasih kepada orang yang menurut ukuran kita “baik” terhadap kita atau bila kita mempunyai suatu kepentingan dengan orang tersebut.

Satu hal yang harus kita ingat adalah, doa-doa kita bagi mereka yang mengecewakan, menyakiti kita akan mematahkan keinginan untuk membalas dan sebaliknya justru akan menyalurkan kekuatan kasih yang sejati yang mengalahkan pengaruh iblis.

Mampukah kita untuk mengasihi sesama kita sebagaimana Allah telah mengasihi kita? Bagi Tuhan tidak ada hal yang mustahil bila kita mau setia dan taat dan bertaut erat pada Dia – Ia akan mengalirkan kuasa dan rahmat untuk kita mampu membuka hat dan menerima Roh Kudus. Bersama Roh Kudus kita akan mampu untuk mengatasi ketakutan, kemarahan, sakit hati bahkan kesedihan yang mendalam. Melalui kematian-Nya di salib Yesus telah membebaskan kita dari penguasaan si jahat yang membawa kebencian, kemarahan dan keinginan untuk balas dendam, dan memampukan kita untuk membalas kejahatan dengan kasih dan kebaikan.

Hanya rahmat dan kasih Allah yang sungguh besar dan penuh kuasa untuk menyembuhkan dan menyelamatkan kita dari segala kehancuran akibat dosa. Bagaimana tanggapan kita hari ini akan seruan Yesus – jadilah sempurna seperti Bapamu di surga sempurna?

Marilah kita merenungkan betapa sempurnanya kasih Allah kepada kita – dan dalam masa prapaskah ini mari kita lebih meresapi kerahiman Allah dengan terus belajar untuk mengasihi agar kita menjadi sempurna.

Doa: Tuhan Yesus, kasih-Mu yang penuh pengampunan sungguh membebaskan kami. Penuhilah kami dengan Roh Kudus dan kobarkan hati kami dengan api cinta-Mu agar tak satu hal pun dapat membuat kami kehilangan pengendalian diri, mencuri damai sukacita dalam hidup kami. Biarkah kasih-Mu menghapus semua kepahitan kami terhadap sesama kami.”

MM