Puasa Yang Kukehendaki

Renungan Jumat 12 Februari 2016

Bacaan: Yes. 58:1-9a; Mzm. 51:3-4,5-6a,18-19; Mat. 9:14-15

Injil hari ini merupakan tanya jawab antara murid-murid Yohanes dan Yesus mengenai puasa. Murid-murid Yohanes mempertanyakan mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa. Ini merupakan suatu pertanyaan yang umum, karena setiap agama atau kepercayaan mempunyai masa puasa. Entah puasa untuk mendapatkan ilmu yang lebih tinggi, ilmu kebal, untuk mendapatkan kekayaan dan lain lain. Puasa itu sendiri akan terlihat secara lahiriah, karena diikuti dengan aturan-aturan yang mengikat supaya tujuan dari puasa itu tercapai.

Tuhan Yesus sendiri juga berpuasa sebelum memulai karyaNya di dunia ini. Yesus tidak meniadakan puasa. Namun tujuan dari puasa itulah yang ingin ditunjukkan oleh Yesus, seperti “pada waktu itulah mereka akan berpuasa”. Puasa lebih diartikan pada usaha untuk mendekatkan diri pada Tuhan, yang disertai dengan pertobatan batin, seperti sabda Tuhan kepada nabi Yesaya. Dalam Yesaya 58:6-7 “Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu -belenggu kelaliman…..”

Jadi makna puasa yang dikehendaki Tuhan adalah puasa kita ini berguna bagi orang lain juga. Dengan cara kita tidak berbuat semena-mena kepada orang lain, dan kita juga rela membagikan apa yang kita miliki untuk sesama kita. Tidak menyembunyikan diri terhadap saudara berarti kita mau terbuka/bersedia menolong orang yang membutuhkan bantuan kita. Dengan puasa kita juga memohon ampun atas segala dosa dan pelanggaran kita, karena terhadap Tuhanlah kita telah berdosa. Semoga dengan masa puasa ini, kita lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Dan rahmat Tuhan yang Maha Rahim melimpah atas kita. Amin.

DL