Kedegilan Israel Membawa Keuntungan

Renungan Senin 29 Februari 2016

Bacaan: 2Raj. 5:1-15a; Mzm. 42:2,3; 43:3,4; Luk. 4:24-30

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya…”

Kata-kata Tuhan Yesus itu memang benar adanya. Orang-orang Yahudi memandang Yesus ‘hanya’ sebagai Si Anak Tukang Kayu yang sederhana, bukan dari kaum bangsawan atau terpelajar seperti para ahli taurat. Apalagi dengan pengajaranNya yang ‘baru’, yang KONTROVERSIAL, meskipun sesungguhnya yang disampaikan oleh Tuhan Yesus itu adalah kebenaran. Maka sekarang masalahnya bukan lagi pada ‘image’ yang keliru, tapi pada hati yang degil, yang tidak mau terbuka dan diubahkan.

Dari siapapun atau dalam bentuk apapun kebenaran itu disampaikan, bagian kita adalah membuka hati dan siap berubah. Jangan sampai menjadi seperti bangsa Israel yang kehilangan kesempatan karena kedegilannya, sehingga hari ini Kerajaan Allah boleh sampai kepada segala bangsa lain, termasuk kita. Suatu keuntungan bagi kita!

Masa prapaska ini menjadi satu kesempatan bagi kita. Ketika kita tekun menjalani pantang dan puasa, untuk membuka hati mampu melihat sisi positif sesama, seburuk apapun dia, kemudian menerimanya tanpa memandang latar belakang atau asal usulnya.

Tuhan memberkati kita semua.

JTI