Engkau Memperlengkapiku

Renungan Kamis 4 Februari 2016

Bacaan: 1Raj. 2:1-4,10-12; MT. 1Taw. 29:10,11ab,11d-12a,12bcd; Mrk. 6:7-13

Beberapa waktu yang lalu saya diajak melayani oleh senior saya ke luar pulau untuk pertama kalinya. Awalnya saya ragu-ragu dan takut, namun ketika keesokan harinya ketika saya membaca renungan harian, firman hari itu berkata pada saya bahwa saya harus keluar dari perahu kenyamanan saya untuk ikut pergi melayani dengan iman. Pada akhirnya saya memberi jawaban ke senior saya bahwa saya mau ikut melayani bersama beliau. Tetapi mendekati hari H, beliau sakit dan batal pergi ke luar pulau sehingga beliau digantikan oleh teman komunitas saya.

Ketika kami sampai di tempat tujuan, hati kami menjadi takut, kuatir dan ragu karena sebenarnya undangan yang telah disebar jelas ditulis nama pembicaranya adalah senior kami yang sudah dikenal oleh umat yang akan dilayani tersebut. Hati kami bimbang karena kami merasa umat pasti kecewa kalau melihat kami berdua yang akan menjadi pembicara di tempat itu. Sehingga dalam keadaan ketidak-berdayaan ini kami berdoa bersama untuk menyerahkan semua keterbatasan kami kepada Tuhan Yesus. Kami terus saling mendukung dalam doa ketika sesi demi sesi dibawakan. Pada hari akhir seminar tersebut kami sungguh merasakan bahwa Kuasa Allah Roh Kudus yang nyata menyertai pelayanan kami. Tuhan Yesus memperlengkapi kami.

Bacaan Injil hari ini di mana Tuhan Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan kecuali tongkat; roti pun tidak boleh dibawa, demikian pula bekal dan uang dalam ikat pinggang; mereka boleh memakai alas kaki tetapi tidak boleh memakai dua baju.

Injil hari ini menggambarkan bahwa ketika kita diutus untuk pergi melayani pekerjaan Tuhan, maka kita tidak perlu kuatir dan bingung dengan berbagai macam perlengkapan apa yang harus aku siapkan, sehingga kita tidak fokus pada yang lebih utama yaitu ketergantungan kita secara penuh pada Tuhan yang memerintahkan kita untuk pergi, apa yang Tuhan harapkan untuk kita wartakan atau lakukan di tempat itu.

Doa: Tuhan terima kasih karena aku telah Kau pilih menjadi muridMu. Aku mau terbuka terus pada bimbinganMu, sehingga ketika aku melayani pekerjaanMu kuasaMu boleh nyata bekerja, dan kehadiranMu boleh dialami oleh orang-orang yang aku layani sehingga aku dan mereka yang aku layani boleh semakin mempermuliakan nama Mu. Amin.

CTS