Dengarkanlah Dia

Renungan Minggu 21 Februari 2016

Bacaan: Kej. 15:5-12,17-18; Mzm. 27:1,7-8,9abc,13-14; Flp. 3:17-4:1; Luk. 9:28b-36

Sahabat terkasih, sebagai murid-murid Yesus, mari kita renungkan apakah kita sudah benar-benar selalu mendengarkan Dia?

Dalam perjalanan hidup kita sehari hari, kita pasti pernah mengalami hal-hal yang tidak enak, kita mengalami kesulitan, masalah yang rumit, mungkin juga kita pernah merasa sangat menderita. Dalam keadaan demikian, kita membutuhkan pertolongan untuk dihibur dan dikuatkan. Suara siapakah yang kita dengarkan? Suara Tuhan atau suara manusia?

Kita harus mendengarkan suara Tuhan, Sabda Tuhan, supaya kita bisa memiliki pengalaman iman, pengalaman rohani.

Dalam perjalanan hidup Yesus juga mengalami pengalaman rohani, transfiguration, di mana Yesus menampakkan kemuliaanNya. Perjalanan Yesus ke Yerusalem adalah perjalanan karya Yesus untuk menebus dosa-dosa manusia, yaitu perjalanan misi perutusan.

Betapa bahagianya Petrus, Yakobus dan Yohanes yang diperkenankan ikut serta naik ke gunung untuk berdoa, sehingga mereka boleh menerima pengalaman rohani.

Bagaimanakah dengan kita? Kita yang sudah dipilih menjadi murid Yesus, marilah kita mengikuti teladan Yesus, agar kita juga mengalami kemuliaan Tuhan, mengalami kasih Bapa.

Ada tiga hal yang terjadi, pertama Yesus berdoa dan mengalami peneguhan. Kita diingatkan, untuk selalu berdoa, karena dalam doa, kita mengalami kasih Allah yang meneguhkan iman kita. Inilah kasih karunia Allah, kita diberi kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi tantangan hidup.

Yang kedua, Yesus berbicara bersama Musa dan Elia tentang tujuan karyaNya, karya penyelamatan manusia. Yesus tahu jika Dia akan menderita sampai wafat di kayu salib.Tetapi Yesus tetap teguh melakukan tugas perutusanNya. Kita diingatkan bahwa sebagai murid-murid Yesus, kita harus teguh mengikuti jalan salib Yesus, tetap setia melakukan tugas perutusan meskipun mengalami penderitaan.

Yang ketiga, terdengar suara: “Inilah AnakKu yang Kupilih. Dengarkanlah Dia.” Pada saat itu para murid yang dipilih Yesus sangat bahagia mendapat pengalaman iman. Kita diingatkan untuk selalu mendengarkan Yesus, artinya kita harus mendengarkan Sabda Tuhan dan melakukannya dalam hidup sehari-hari.

Sahabat terkasih, di masa retret agung ini, marilah kita renungkan apa yang bisa kita lakukan untuk membalas kasih karunia Tuhan yang sudah dilimpahkan bagi kita? Marilah sahabat terkasih, kita fokus dengan tiga hal ini, selalu berdoa, melakukan misi perutusan, mendengarkan suara Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Berkat Tuhan melimpah atas kita semua.

MGND