Syukur Ada Roh Kudus

Renungan Kamis 7 Januari 2016

Bacaan: 1Yoh. 4:19-5:4; Mzm. 72:2,14,15bc,17; Luk. 4:14-22a

Saya berterima kasih kepada Tuhan yang berkenan menjumpai saya secara pribadi 32 tahun yang lalu. Sejak saat itu hidup saya diubah oleh perjumpaan-perjumpaan lain dalam pengalaman pribadi, yang maknanya sering tak mampu saya pahami seketika itu. Saya berterima kasih kepada Tuhan yang membawa kepada pengenalan akan Pribadi Roh Kudus dalam pembaruan hidup rohani.

Ketika hari ini merenungkan Lukas 4:18-19, hati saya tergetar oleh kebenaran mutlak mengenai Roh Kudus yang tertulis dalam nas Kitab Nabi Yesaya dan dibacakan kembali oleh Yesus. Melalui diriNya, nubuat itu digenapi. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kataNya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Luk 4:21)

Mengapa saya memberi judul renungan ini “Syukur ada Roh Kudus!”?

Karena Roh Kudus memampukan saya mengenal Yesus sebagai Tuhan. Ketika Yesus mengulurkan tangan, saya dapat segera menyambutnya. Itu rahmat besar bagi saya. Oleh perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus, saya dibebaskan dari kemiskinan hati yang dulu membuat tak mampu bersyukur karena selalu merasa kekurangan, dari ketertawanan oleh perbudakan dosa yang dulu saya anggap sebagai hal biasa dan normal, dari kebutaan yang dulu membuat saya tidak bisa melihat kebaikan Tuhan dan sesama (semua hal terjadi karena kebetulan saja, menurut saya), dari ketertindasan hawa nafsu, materialisme, hedonisme, yang dulu saya kejar sebagai cita-cita hidup.
Kini, Roh Kudus yang telah saya sadari kehadiranNya, memampukan saya memasuki proses pembaruan hidup terus menerus. Setiap memasuki tahun yang baru, selalu ada pengharapan baru pula, bahwa tahun rahmat Tuhan telah tiba. Dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi, Roh Kudus selalu mengingatkan untuk melakukan ajaran dan perintah Tuhan, sekalipun kadang-kadang tak sejalan dengan ajaran dan norma duniawi. (1 Yoh 5:3-4 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintahNya. Perintah-perintahNya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.)

Setelah mengalami peristiwa pembobolan rumah, saya selalu berdoa agar seluruh wilayah rumah dikuduskan dan dijagai oleh para Malaikat Tuhan. Sampai suatu saat, saya merasa diingatkan bahwa bukan hanya daerah yang minta dikuduskan agar yang jahat tidak tahan berada di wilayah tersebut, tetapi HATI saya juga harus minta dikuduskan agar hal-hal negatif tidak terus memenuhinya, agar saya bisa mengampuni orang-orang yang telah membuat rencana-rencana saya seakan tampak gagal.

Syukur ada Roh Kudus yang mengajarkan kebenaran itu. Roh Kudus sungguh-sungguh membawa saya kepada kehidupan yang merdeka dan bahagia sebagai anak Allah Bapa.

Doa : Roh Kudus, ijinkanlah saya mengalami kehadiranMu setiap hari selalu baru, sehingga aku semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan Yesus, Sang Juruselamat. Amin.

-IPS-