Siapakah Engkau

Renungan Sabtu 2 Januari 2016

Bacaan: 1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-28

Dari bacaan hari ini banyak beberapa kalimat yang menyentuh hati saya, tetapi kalimat yang begitu kuat adalah waktu imam dan orang Lewi bertanya kepada Yohanes “Siapakah engkau?” Pertanyaan itu juga yang harus ditanyakan kepada diri kita masing-masing. Siapakah kita?
Kita lihat Yohanes, dia dipakai sebagai suara yang berseru-seru di padang gurun untuk meluruskan jalan Tuhan. Dan dia menjalankan tugasnya tanpa ada kesombongan dan keinginan lebih untuk menjadi dan bertindak seperi Mesias.

Teman-teman sepelayanan, hal ini sungguh menggelitik saya, betapa banyak dari kita mungkin tanpa sadar, kita bertindak seperti Mesias. Kita melayani dengan mengandalkan kekuatan diri kita sendiri, kita merasa paling mampu, paling layak. Dan bahkan kita akan bisa menguasai, bisa menghakimi sesama saudara sepelayanan.

Saya masih ingat ketika beberapa orang bertanya bagaimana caranya supaya bisa lolos jadi pengajar atau guru saat harus melalui tes. Saya katakan just do the best, belajar sebaik-baiknya. Jangan ada beban. Itu dari sisi kita. Dan yang terpenting dari sisi Tuhan, serahkan semuanya, bergantung penuh pada Tuhan, biarkan Roh Kudus yang menuntun. Kita hanya pelayan dan alat, Tuhan yang punya pekerjaan. Kalau memang kita dipakai Tuhan, maka pasti Dia bukan jalan. Kalau tidak lulus ya berarti kita bukan di situ. Tuhan tempatkan di tempat lain. Jika kita sudah pada titik itu, tidak ada lagi rasa kecewa, bahkan putus asa. Hal ini berlaku pada pelayanan apapun.

Kita hanyalah alat yang bekerja untuk kemuliaan Tuhan. Segala pujian, segala ego, segala kesombongan haruslah kita tinggalkan. Dan diganti dengan memberikan diri kita seutuhnya dan membiarkan Roh Kudus bekerja melalui kita sebebas-bebasnya.

Mari kita di tahun baru ini punya jawaban yang untuk memuliakan Tuhan saat orang bertanya kepada kita “siapakah engkau”.

Tuhan Yesus memberkati.

ADJ