Pewartaan Injil Yang Disertai Roh Kudus

Renungan Senin 4 Januari 2016

Bacaan: 1Yoh. 3:22-4:6; Mzm. 2:7-8,10-11; Mat. 4:12-17,23-25

Dalam Injil yang kita renungkan hari ini, dapat dilihat bagaimana Tuhan Yesus sesudah masuk ke dalam keheningan dan kesunyian padang gurun (Mat 4:1-11), Dia mulai tampil di Galilea untuk memulai pelayananNya. Langkah awal yang Dia lakukan dengan meninggalkan Nazareth dan diam di Kapernaum, di sebelah barat laut dari laut Galilea.

Dalam pelayananNya, Tuhan Yesus mewartakan Injil dan menyerukan pertobatan (ayat 17), Dia mengajar dan mewartakan Injil dalam kuasa Roh Kudus, disertai pelayanan penyembuhan dan pembebasan. Tuhan Yesus mengajar dan mewartakan Injil disertai kuasa dan tanda-tanda, melenyapkan segala penyakit dan kelemahan, sehingga  banyak orang berbondong-bondong datang kepadaNya, dengan membawa semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka (ayat 23 dan 24).

Suatu bahan permenungan kita bersama, jika pada jaman Tuhan Yesus hidup di dunia ini, Dia mewartakan Injil disertai tanda-tanda dan kuasa, sehingga orang banyak berbondong-bondong datang kepadaNya, bagaimana dengan situasi dunia dewasa ini?

Apakah dunia dewasa ini membutuhkan Injil? Tentu kita menjawab : PASTI.

Apakah dunia dewasa ini juga membutuhkan pewartaan Injil yang disertai kuasa dan tanda-tanda?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, ada suatu pengalaman yang saya alami secara pribadi. Beberapa tahun lalu sekitar tahun 1996-1997 ada pelayan Tuhan, Pater Emiliano Tardif MSC (1928-1999), seorang imam Kanada berbahasa Spanyol datang melayani di Indonesia. Imam ini pada waktu itu dipakai oleh Tuhan, dengan karisma secara khusus, yaitu karisma sabda pengetahuan yang disertai karisma mukjizat : buta melihat, tuli mendengar, bisu berbicara, lumpuh berjalan. Pada waktu beliau melayani di Indonesia, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti KRK (Kebangunan Rohani Katolik) yang dibawakan beliau di Hotel Granada (sekarang Balai Sarbini), Jakarta.

Sebelum mengikuti KRK, saya dan rombongan pergi ke daerah Senayan untuk melihat pameran komputer, dalam pameran ini ada yang menarik perhatian saya. Saya melihat LCD Projector (pada waktu itu masih barang langka) yang memutar video clip sebuah konser rock di stadion bola, yang menarik perhatian saya, penyanyi rock tersebut mengenakan kaos bergambar sosok ‘bermahkota duri’,  yang berteriak dengan tulisan di bawahnya: ‘I kill you’, langsung terpikir di benak saya, ‘ini hujatan’ dan bagaimana itu disaksikan penonton satu stadion bola.

Kemudian malamnya dalam KRK, saya berada di tempat semacam stadion mini, dan di situ saya menyaksikan dan mengalami kuasa Allah yang bekerja secara luar biasa, melalui hambaNya Pater Emiliano Tardif MSC : buta melihat, tuli mendengar, bisu berbicara, lumpuh berjalan, dsb.

Dari dua peristiwa ini, saya masuk dalam permenungan, kita hidup di tengah situasi dunia yang seringkali bertentangan dengan Injil, bahkan seringkali dunia yang membenci dan menghujat Allah, tidak percaya kepada Allah. Jika Allah tidak mengimbangi dengan kuasaNya, maka apa jadinya dunia ini dan seluruh umat manusia.

Allah dalam KerahimanNya, pasti tidak akan membiarkan situasi dunia jaman ini. Bukankah dinyatakan oleh Kitab Suci : “di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah” (Rom 5:20).

Oleh karena itu di tengah situasi dosa yang meraja lela, suatu rahmat yang besar juga diberikan dan dikerjakan Allah melalui pencurahan Roh Kudus secara baru pada dewasa ini. Pencurahan Roh Kudus secara baru pada jaman ini, menyadarkan kembali Gereja akan keterbukaan terhadap Roh Kudus secara baru dan keterbukaan kepada karunia-karunia pelayanan, yang disebut KARISMA.

Keterbukaan ini tentunya pertama-tama ditujukan kepada Roh Kudus, Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal Mahakudus, sesudah itu keterbukaan kepada bimbingan dan karyaNya, termasuk keterbukaan kepada karisma-karisma Roh Kudus (arti teologis Pembaharuan Karismatik Katolik).

Pewartaan dan pelayanan pada jaman ini tidak cukup hanya dengan kata-kata, “manusia modern lebih mendengarkan saksi-saksi secara sukarela, daripada para guru, dan jika dia mendengarkan para guru, itu karena mereka (para guru) adalah saksi-saksi” (Evangeli Nuntiandi, Paus Paulus VI).

Dan siapakah yang dapat memberikan kesaksian secara sempurna, bahwa Yesus hidup, bahwa Yesus adalah Tuhan dan Penyelamat? Tentunya pertama-tama adalah Roh Kudus (bdk. 1 Kor 12:3). Kita dipanggil pertama-tama menjadi saksi-saksi, yang mengalami perjumpaan dan hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus dalam kuasa Roh KudusNya. Dan mengalir dari hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus, kita diutus mewartakan Injil dan melayani dalam kuasa Roh Kudus.

Yang menarik dari kesaksian Pater Emiliano Tardif MSC dalam bukunya, sebelum beliau dipakai Tuhan untuk mewartakan Injil disertai karisma sabda pengetahuan dan mukjizat. Belaiu sempat mengalami penyakit jantung yang berat, dirawat di rumah sakit dan mau dioperasi, kemudian ada kelompok dari persekutuan doa karismatik Katolik, yang datang dan mendoakan beliau. Puji Tuhan, Tuhan menjamah dan menyembuhkan beliau, iman beliau dibangkitkan, kemudian beliau terbuka terhadap kehendak Allah, dan Allah memakai beliau untuk berkeliling dunia mewartakan Injil dalam kuasa Roh KudusNya. Yang menarik dari suatu wawancara yang tertulis dalam buku tentang kisah pelayanannya yang berjudul “Yesus Hidup”/ “Yesus Sang Mesias”, beliau ungkapkan :

“Sebenarnya Tuhan dapat dan mau memakai siapa saja, tetapi persoalannya yang menjadi hambatan terbesar dalam pelayanan dengan kuasa Roh Kudus ini ialah banyak orang ‘takut apa kata orang’…”.

Benar, banyak orang lebih ‘takut apa kata orang’, daripada takut apa kata Tuhan, ini yang sering jadi hambatan, sehingga Tuhan tidak dapat dengan bebas memakai kita para pelayanNya. Padahal jika kita renungkan, segala pelayanan dalam karisma Roh Kudus, sesungguhnya dan memang benar adanya, ini semua pekerjaan Tuhan, Roh Kuduslah sumber dan pelaku karisma-karisma itu, sedangkan kita hanyalah alat-alat kecil di TanganNya.

Dalam Injil yang kita renungkan hari ini, sebagaimana Tuhan Yesus mewartakan Injil dan melayani disertai kuasa Roh Kudus, Dia mengajar, Dia menyembuhkan dan membebaskan dalam kuasa Roh Kudus, kita pun dipanggil untuk terbuka kepada Roh Kudus, terbuka terhadap kehendak Allah, terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan yang dapat Allah kerjakan, melalui kita orang-orang percaya, sebab : “Tanda-tanda ini akan menyertai orang percaya: mereka akan mengusir setan-setan dalam namaKu, mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit dan orang akan sembuh” (Mrk 16:17-18), dan tanda-tanda ini dikerjakan Tuhan untuk menyertai dan meneguhkan pewartaan Injil (bdk. Mrk 16: 20, “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”).

ET.