Mengalami Damai Sejahtera Tuhan

Renungan Minggu 17 Januari 2016

Bacaan: Yes. 62:1-5; Mzm. 96:1-2a,2b-3,7-8a,9-10ac; 1Kor. 12:4-11;Yoh. 2:1-11

Saudara terkasih, tidak ada seorang pun dan apa pun yang ada di dunia ini yang dapat memberikan damai sejahtera bagi kita. Hanya Tuhan, yang dengan kekuatan yang ajaib mampu memberikan damai sejahtera bagi kita. Bacaan-bacaan hari ini menggambarkan betapa Allah sangat mencintai kita. Ia tidak akan meninggalkan umat-Nya dalam kesepian dan penderitaan. Ia senantiasa memberikan pertolongan dan keselamatan kepada kita. Nabi Yesaya menggunakan gambaran suami istri untuk menggambarkan cinta Allah pada umat-Nya. Rasul Paulus merenungkan kebaikan Allah dengan menunjuk pada karunia-karunia yang diberikan Allah kepada kita. Penginjil Yohanes menggambarkan kebaikan Allah dengan menceritakan mujizat di Kana.

Tetapi sayangnya sering kali kita kurang memiliki kepekaan terhadap kebaikan Tuhan dan campur tangan Tuhan dalam keseharian hidup kita. Segala kesibukan, kepentingan, kepandaian kesombongan telah begitu memenuhi hati kita sehingga seringkali membuat kita kehilangan kepekaan untuk melihat mujizat-mujizat yang Tuhan kerjakan setiap hari untuk kita. Kebaikan hati Allah ditunjukkan dengan jelas bahwa Tuhan mempunyai rancangan damai sejahtera dan menghendaki supaya kita mengalami kesejahteraan hidup itu (Yeremia 29:11) agar manusia dapat menikmati kehidupannya dan fungsinya menjadi alat Kemuliaan Allah.

Sahabat, belajar dari Injil hari ini ada beberapa hal yang bisa kita pahami agar kita bisa masuk dalam rancangan damai sejahtera Tuhan dan mengalami damai sejahtera Tuhan dalam kehidupan pribadi kita.

  1. Tuhanlah yang punya Waktu ( Yoh 2:4). Marilah kita belajar memahami bahwa Tuhan mempunyai waktu sendiri dalam menolong umat-Nya dan Dia tahu yang terbaik bagi kita. Seringkali kita bertanya mengapa doa kita tidak kunjung beroleh jawaban, lalu kita marah dan kecewa kepada Tuhan dan memaksa Tuhan untuk menuruti agenda kita. Waktu Tuhan tidak bisa diatur oleh manusia. Kita harus bersabar menunggu waktu Tuhan dinyatakan, karena “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.” (Pkh 3:11). Sahabat, kalau kita benar-benar perhatikan hal ini maka ketika kita mengalami apa pun, menghadapi apa pun kita tidak akan kehilangan damai sejahtera Tuhan karena kita sadar Tuhanlah yang punya waktu.

  2. Tuhanlah yang punya Janji (Yoh 2:5). Tuhan punya janji buat kita dan janji Tuhan begitu banyak, semuanya sudah tertulis dalam firman-Nya. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan tentang janji-janji Tuhan; janji berkat, janji perlindungan, janji penyertaan, janji pertolongan, dsb. Firman Tuhan dengan jelas menunjukkan kepada kita janji-janji yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Dan kalau kita tahu bahwa Tuhanlah yang punya Janji, maka marilah kita menyimpan firman itu dalam hati dan kehidupan kita. Sahabat, kalau kita memiliki firman Tuhan dengan menyimpan, merenungkan dan melakukannya dalam kehidupan kita maka kita akan memiliki dan menikmati damai sejahtera Tuhan senantiasa. (Yes 32:17).

  3. Tuhanlah yang punya cara (Yoh 2:6-8). Tuhan mengetahui rancangan-rancangan apa mengenai kita. Dan rancangan Tuhan dengan rancangan kita sangat jauh berbeda. Dan Tuhan selalu bekerja sesuai dengan rancangan-Nya dan sesuai dengan cara-Nya. Tuhan bisa memakai apapun juga sebagai alat-Nya (ayat 6) dan dibutuhkan ketaatan ketika Tuhan bekerja dengan cara-Nya. Ketika Tuhan berkata-kata, pasti ada maksud dan kehendak-Nya yang perlu kita taati, seperti pelayan yang diperintahkan menaruh air ke dalam tempayan (ayat 7). Banyak orang yang minta tolong kepada Tuhan, tetapi sekaligus juga menentukan apa dan bagaimana yang harus Tuhan kerjakan. Namun dalam kisah ini yang diminta Tuhan adalah, ketika kita meminta tolong kepada-Nya, biarkanlah Tuhan bekerja dalam waktu dan cara-Nya. Ketika kita membiarkan Tuhan bekerja dalam hidup kita, pastilah terjadi perubahan dari dalam kita; ada perubahan hati, karakter, iman, paradigma. Namun perubahan itu tentu tidak hanya terjadi di dalam kita, tetapi juga perlu berdampak kepada apa yang terlihat dalam kehidupan kita. Orang lain perlu mengecap dan merasakan perubahan yang terjadi dalam hidup kita. (ayat 8-9).

Sahabat terkasih, pemimpin pesta tidak mengetahui dari mana asal anggur yang tetap baik itu walau pesta sudah berjalan beberapa waktu. Kehidupan kita juga seringkali serupa dengan pemimpin pesta tersebut. Seringkali kita tidak menyadari bahwa Tuhan selalu mengerjakan mujizat-mujizat-Nya setiap hari bagi kita. Akibatnya , jarang sekali keluar ungkapan syukur kepada Tuhan dari mulut kita. Semuanya seolah olah berjalan begitu saja tanpa adanya campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita. Akhir Desember tahun lalu tepat tanggal 26, saya sedang memperbaiki atap gudang rumah saya, dan pekerjaan perbaikan itu berakhir dengan proses penyemenan sekitar pukul empat sore. Beberapa saat kemudian ketika saya keluar rumah saya dikejutkan dengan awan gelap yang menyelimuti tempat daerah saya, pertanda akan turun hujan. Dihadapkan dengan keadaan seperti ini saya memutuskan untuk tidak terpengaruh oleh faktor ini, saya jaga hati supaya tidak gundah, galau; saya tetap tenang. Saya sadar Tuhan selalu hadir, dan siap menolong kepada siapapun yang menghadapi masalah supaya kita tidak kehilangan damai sejahtera Tuhan. Dalam ketenangan itu Roh kudus mengingatkan saya bahwa saya adalah anak Allah yang sudah diberi kuasa; salah satu kuasa Allah adalah kuasa untuk mengatasi alam; seperti yang dilakukan Tuhan Yesus ketika menenangkan Badai. Dorongan Roh Kudus membimbing dan menguatkan saya untuk melakukan bagian saya, saya berdoa minta pertolongan Tuhan dan saya memerintahkan dengan kuasa Yesus supaya awan gelap itu berlalu dari daerah rumah saya. Puji Tuhan, sekitar pukul setengah enam sore, yang biasanya sudah gelap, ternyata langit terang dan cerah, hujan pun tidak terjadi. Saya begitu takjub atas pertolongan Tuhan ini dan peristiwa ini semakin meneguhkan iman saya bahwa saya memiliki Allah yang hidup dan berkuasa. Saya bersyukur karena Tuhan turut bekerja untuk memberikan kebaikan dan damai sejahtera senantiasa bagi setiap orang yang berharap kepada-Nya.

Dengan memahami ketiga pesan ini dan menyadarinya maka kita akan mengalami damai sejahtera Tuhan senantiasa dalam segala perkara. Dengan demikian kita akan senantiasa bersukacita, berdoa dan selalu mengucap syukur dalam segala hal (1 Tes 5:16-18). Tuhan memberkati. Amin.

FHM.