Mendengarkan dan Memperhatikan

Renungan Senin 18 Januari 2016

Bacaan: 1Sam. 15:16-23; Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23; Mrk. 2:18-22

Tetapi jawab Samuel: “Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. (1Sam 15:22)

Masih sering kita temui atau kita dengar betapa di satu sisi orang bisa berbuat yang tidak benar di mata Tuhan, namun di sisi lain demi menutupi ketidakbenarannya itu dia berbuat kebaikan dengan menyumbang di banyak tempat supaya dianggap orang yang dermawan, yang baik hati, yang peduli akan kesusahan dan penderitaan orang lain.

Bacaan hari ini (1 Sam 15:16-23) menceritakan bagaimana Saul berbuat sekehendak hatinya dan tidak mau menuruti apa kata Tuhan. Tuhan memperingatkan Saul lewat Samuel bahwa percuma saja segala persembahan yang Saul unjukkan kalau dia tidak pernah mau mendengarkan dan memperhatikan apa kata Tuhan. Semua persembahan itu menjadi sia-sia belaka dan tidak diterima oleh Tuhan.

Sama seperti dalam kehidupan ini. Kita diharapkan terlebih dulu mendengar dan memperhatikan suara Tuhan, bukan sibuk memikirkan apa yang dapat kita persembahkan kepadaNya. Bahkan segala perbuatan benar kita bisa dikatakan juga sebagai suatu persembahan yang hidup kepadaNya, yang kudus dan yang berkenan kepadaNya, lebih daripada persembahan berupa materi sekalipun. Asal semua perbuatan kita itu didasarkan atas kebenaran Firman Allah.

Oleh karena itu, sudah seharusnyalah kita mulai membaca FirmanNya dengan lebih teratur dan lebih sering, sehingga kita bisa tahu apa keinginanNya yang harus kita lakukan dalam hidup ini, dan kemudian benar-benar melaksanakan FirmanNya sebagai prioritas utama dalam hidup kita.

Doa : Tuhan, FirmanMu adalah pelita bagi hidupku dan terang bagi jalanku. Tuntun aku untuk menjalankannya dalam setiap aspek kehidupanku.
Amin.

LCEST