Melewatkan Sebuah Kesempatan

Renungan Jumat 22 Januari 2016

Bacaan: 1Sam. 24:3-21; Mzm. 57:2,3-4,6,11; Mrk. 3:13-19

Yesus naik ke atas bukit, Ia memanggil orang-orang yang dikehendakiNya, dan mereka pun datang kepadaNya, Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia untuk diutusNya memberitakan Injil.

Tuhan juga sering memanggil kita, orang-orang yang dikehendakiNya, bahkan pada saat kita masih jauh lebih muda, untuk menetapkan kita dan menyertai Dia, serta diutus untuk memberitakan Injil. Tetapi ternyata kita sering menolak setiap kesempatan yang diberikan oleh Tuhan. Pada saat kita menolak atau tidak menanggapi panggilannya, maka pada saat itulah kesempatan itu terlewatkan. Kita kehilanggan kesempatan mewartakan injil kepada orang-orang di sekitar kita pada waktu itu.

Bagaimana dengan diri kita saat ini? Apakah kita masih sering tidak menanggapi panggilan Tuhan di dalam melakukan rencanaNya?

Saya juga pernah beberapa kali melawatkan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan untuk menanggapi panggilanNya. Saat saya masih remaja, saya bercita-cita ingin menjadi seorang sekretaris di sebuah perusahaan besar, karena bagi saya saat itu seorang sekretaris begitu mengagumkan, pandai, cekatan, tahu apa kebutuhan pimpinan, sikap dan perilakunya sangat anggun. Ternyata Tuhan memanggil saya sejak muda dengan memberi saya sebuah kesempatan menjadi seorang pemimpin perusahaan yang jauh dari apa yang saya mimpikan. Kalau saat itu setelah saya menjadi seorang pemimpin, saya mau menanggapi panggilanNya, maka terbayanglah berapa banyak karyawan di perusahaan yang bisa saya ajak untuk datang kepada Tuhan, tapi saya telah melewatkan sebuah kesempatan .

Ya Tuhan, ampunilah segala kesalahan kami yang sering melewatkan sebuah kesempatan untuk membawa pribadi-pribadi datang kepadaMu. Bantu kami untuk lebih taat kepada rencanaMu.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

KSM