Melakukan KehendakMu

Renungan Rabu 13 Januari 2016

Bacaan: 1Sam. 3:1-10,19-20;Mzm. 40:2,5,7-8a,8b-9,10; Mrk. 1:29-39

Selamat pagi para sahabat Yesus.

Pagi ini kita membaca bagaimana kuasa Yesus bekerja untuk menyembuhkan mertua Simon Petrus yang menderita sakit demam, bahkan menyembuhkan semua orang sakit dan kerasukan setan yang dibawa kepadaNYA. Kuasa untuk menyembuhkan dan mengusir setan adalah sarana yang dipakai Tuhan Yesus untuk mewartakan Injil. Jawab Yesus: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana Aku juga memberitakan Injil, karena untuk itulah Aku telah datang.” (Markus 1 : 38). Karenanya , setelah orang dijamah dan disembuhkan/dipulihkan biasanya orang itu mengikuti dan melayani Yesus, dan di situlah pewartaan Yesus mulai disampaikan.

Seperti yang dialami mertua Petrus, Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka (ayat 31). Lewat mujizat kesembuhan dan pemulihan, Tuhan Yesus berharap manusia mau kembali kepada Bapa-NYA.

Merenungkan ayat ini, saya teringat akan kehidupan iman saya. Sebagaimana bacaan pertama, Tuhan beberapa kali memanggil Samuel, namun Samuel tidak mengerti arti panggilan itu, dia menyangka bapa Eli yang memanggilnya. Baru pada panggilan ke-3 setelah dijelaskan oleh Eli, Samuel mengerti dan mampu menjawab panggilan itu. Hanya pada panggilan ke-3 Samuel sudah mampu menjawab panggilan Tuhan.

Saya tidak tahu sudah berapa kali Tuhan memanggil dan tidak pernah saya dengarkan, mungkin sudah berpuluh-puluh kali atau bahkan beribu-ribu kali, tetapi Dia tetap setia menantikan saya (Wahyu 3:20). Sampai pada akhirnya tahun 2000 yang adalah tahun Yubelium Agung, tahun Rahmat telah datang, di tahun ini kami mengalami pemulihan ekonomi setelah dilanda badai krisis moneter tahun 1997. Seperti yang dilakukan mertua Petrus setelah disembuhkan dia melayani Tuhan Yesus, ketika kami dalam proses pemulihan, saya membuka hati dan berusaha mengikuti Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh. Di tahun itu, melalui SEP saya dibawa pada perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus, sehingga mengalami yang namanya jatuh cinta pada Tuhan Yesus. “… aku mau makan ingat KAMU, … aku mau kerja ingat KAMU, aku mau tidur ingat KAMU.” Melalukan semuanya ingat dan bersama YESUS, hidup menjadi indah bersama Tuhan YESUS. Akhirnya saya memutuskan untuk menyerahkan hidup secara total dan melayani Tuhan Yesus.

Kini sebagai orang yang sudah mengalami kasih Tuhan, tugas kita saat ini adalah bersama-sama Roh Kudus mewartakan kabar sukacita Injil sambil bernyanyi “YA TUHAN KAMI DATANG MELAKUKAN KEHENDAK-MU” (ayat ulangan Mazmur tanggapan)

Selamat berkarya.

Berkah Dalem
VMBP