Kasih Tak Terbatas

Renungan Sabtu 16 Januari 2016

Bacaan: 1Sam. 9:1-4,17-19; 10:1a; Mzm. 21:2-3,4-5,6-7; Mrk. 2:13-17

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Saya teringat beberapa tahun yang lalu ketika praktek Kunjungan Rumah, kami menjumpai orang-orang yang sudah mengenal Tuhan, dan terlibat aktif dalam kegiatan rohani, tetapi ketika kami menginjili, mereka enggan untuk mendengarkan bahkan menolak secara terang-terangan. Beberapa dari mereka berkata bahwa hidupnya belum sempurna, belum suci untuk hidup dalam kebenaran Firman Tuhan, ada juga yang berkata kalau dia memang sudah tahu kebenaran, tetapi dia belum berani datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh karena dia belum meninggalkan hidup lamanya dan sebagainya.

Hari ini Injil mewartakan bahwa Tuhan datang bukan untuk mereka yang benar, melainkan untuk orang berdosa. Setiap kita sebagai manusia biasa, tidaklah sempurna, kita adalah manusia yang lemah dan penuh keterbatasan, tetapi kuasa Tuhan itu tidak terbatas, kelemahan dan keterbatasan kita mampu Dia lalui. Bagian kita adalah kita mau sungguh-sungguh menyerahkan hati kita untuk mengalami pembaharuan. Bukan juga berarti ketika kita sudah mengalami pembaharuan kita langsung sempurna, tetapi melalui proses, dan proses itu berlangsung seumur hidup kita. Jadi kalau kita jatuh lagi hendaklah kita cepat bangkit untuk bertobat.

Ada perbedaan antara orang yang sudah mengalami pembaharuan dengan yang belum, mereka yang sudah mengalami pembaharuan bukan berarti sudah tidak dapat berbuat dosa lagi atau jatuh lagi, masih bisa karena masih manusia biasa, tetapi mereka mempunyai kepekaan, pada waktu mereka jatuh meskipun tidak terlalu dalam, akan ada perasaan dosa. Satu hal yang harus kita sadari adalah ketika kita jatuh hendaklah kita segera bangkit untuk mengakukan dosa kita dan berusaha lagi untuk hidup benar.

Mari kita saling menyemangati untuk tidak melihat kekurangan dan kelemahan diri sendiri, yang akan membuat kita enggan atau tidak layak menghadap Tuhan. Kita tahu sekarang bahwa kasih Tuhan itu tidak terbatas, Tuhan tidak pernah peduli pada masa lalu kita, asalkan kita sungguh-sungguh mau datang pada-Nya dan mempunyai kerinduan untuk hidup benar.

SWW