Jangan Takut, Kau UtusanKu

Renungan Jumat 29 Januari 2016

Bacaan: 2Sam. 11:1-4a,5-10a,13-17;Mzm. 51:3-4,5-6a,6bc-7,10-11;Mrk. 4:26-34.

Perikop hari ini mengumpamakan Kerajaan Allah sebagai orang yang menaburkan benih di tanah dan biji sesawi yang bertumbuh dan membawa hasil yang luar biasa. Kita tidak tahu bagaimana tumbuhnya benih itu. Tuhanlah yang memberi pertumbuhan. Yang kita tahu bahwa benih tumbuh bertunas menjadi pohon serta menghasilkan buah.

Yang ditekankan dalam perumpamaan ini adalah pertumbuhan yang berlangsung di luar kekuatan/kekuasaan manusia. Karya Allah tidak bergantung pada usaha maupun keadaan manusia, tetapi manusia diikut sertakan dalam karya Allah. Kita manusia menjadi alat untuk mewujudkan karya Allah. Kita berkarya membangun Kerajaan Allah di dunia, dengan melayani gereja dan mewartakan Injil atau dengan kata lain mengusahakan kesempurnaan manusia termasuk diri kita sendiri dan perkembangan gereja, tetapi juga harus mengakui kuasa Tuhan yang bekerja dalam segala ciptaanNya.

Sebagai refleksi:
Apakah saya sudah berusaha ikut menaburkan benih-benih sabda Tuhan dalam keseharian hidup ini? Apakah sikap saya dalam keluarga, lingkungan, komunitas dan masyarakat sudah menunjukkan bahwa saya adalah utusan Kristus? Mengapa dengan berbagai dalih saya berniat tidak mau terlibat dalam urusan gereja dan lingkungan yang saya anggap hanya merepotkan melelahkan dan tidak ada hasilnya, karena umat di lingkungan juga begitu-begitu saja dan yang datang kegiatan lingkungan juga yang itu-itu saja?

Allah Juru Selamatku, ampunilah segala kesalahan pemikiranku seperti Engkau juga mengampuni Daud hamba pilihanMu. Bukannya aku tidak mau melakukan sesuatu untuk KerajaanMu, namun sering aku belum berbuat apa-apa karena aku merasa tidak mampu melakukan sesuatu yang besar bagiMu. Ternyata Engkau menghendaki aku memulai dari yang kecil dalam hidupku, dalam keluargaku, lingkunganku, komunitasku dan gerejaku. Kini aku ingin dalam setiap langkah hidupku menaburkan benih-benih KerajaanMu. Berkati dan tuntun aku ya Allah. Amin.

LS