Iman Para Sahabat

Renungan Jumat 15 Januari 2016, Jumat Pekan Biasa I

Bacaan: 1Sam. 8:4-7,10-22a; Mzm. 89:16-17,18-19; Mrk. 2:1-12.

Ketika Yesus melihat iman MEREKA, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni”. ( Mrk 2:5)

Kali ini kita melihat, bahwa mujizat penyembuhan yang Yesus lakukan, bukan cuma tergerak oleh karena iman si lumpuh sendiri, namun juga oleh karena iman para sahabat si lumpuh. Minimal ada empat orang sahabat yang sepakat mengusung si lumpuh, membobol atap dan menurunkannya di hadapan Yesus dalam rumah. Kesehatian dan kesepakatan mereka dalam iman dan tindakan itulah, yang rupanya mendorong Yesus melakukan mujizat penyembuhan itu. Kesehatian dan kesepakatan iman inilah yang kita butuhkan, ketika kita berada dalam sebuah kelompok doa atau komunitas yang berdoa bagi kepentingan ujub-ujub doa bersama, mendoakan seseorang atau doa syafaat bagi kepentingan umum, Gereja maupun Negara.

Maka juga dalam karya pelayanan kita, apapun itu bentuknya, kesatuan hati dan tindakan dalam sebuah kelompok atau komunitas bahkan juga keluarga, sangatlah penting dan mutlak perlu. Karena ketika kita mulai berjalan dengan ide, pemikiran, konsep atau cara sendiri-sendiri, sesungguhnya kita sedang meninggalkan Yesus. Dalam kesatuanlah, kuasa Yesus itu nyata.

Hampir selalu, kalau kami pergi sekeluarga dalam kesepakatan, ke mana pun, selalu dapat tempat parkir bahkan strategis, sekalipun sudah dikatakan tidak mungkin, karena jam padat, banyak keramaian atau lain sebagainya.
Begitupun ketika ada seorang tim dari komunitas kami yang sakit kritis, dalam kesepakatan kami datang di kaki Tuhan, juga bersama banyak sahabat dari komunitas lain. Terpujilah nama Tuhan, kami boleh melihat Kemuliaan Tuhan dinyatakan, mujizat Tuhan boleh terjadi! Sahabat kami boleh disembuhkan Tuhan!

Hari ini Tuhan juga ingin melihat kesatuan kita, apakah sungguh sungguh tulus, atau hanya nampaknya saja? Dalam kelompok, dalam komunitas juga dalam keluarga. Berkat Tuhan melimpah!

JTI