Hati Yang Melekat

Renungan Selasa 19 Januari 2016

Bacaan: 1Sam. 16:1-13; Mzm. 89:20,21-22,27-28; Mrk. 2:23-28

“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Sam 16:7)

Dewasa ini kita melihat banyak kejadian di mana manusia lebih melihat pada apa yang tampak. Atribut-atribut keagamaan membuat orang dianggap lebih religius dibanding yang lain. Sedangkan di sisi lainnya, atribut keagamaan tidak membuat tindakan seseorang itu lebih baik daripada orang lain yang tidak mengenakan atribut keagamaan. Karena tindakan yang baik sejatinya adalah berasal dari hati yang baik.

Tuhan di dalam bacaan 1 Samuel 16:7 berfirman bahwa manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. Hal ini mengingatkan kita bahwa setinggi apa pun jabatan kita, sereligius apa pun kehidupan keagamaan kita, dan sehebat apa pun kita, tetapi kalau hati kita tidak berkenan pada Tuhan maka semuanya akan sia-sia.

Di dalam Injil, Yesus mengatakan bahwa hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat. Yesus hendak mengatakan bahwa manusia jangan terikat pada aturan-aturan yang hanya tampak baik di depannya, tetapi lupa pada esensinya, di mana hati kita yang seharusnya penuh dengan belas kasih.

Beberapa waktu yang lalu, tanpa saya sadari, ternyata saya telah menyakiti hati seorang teman saya. Ada perkataan saya yang menurut saya benar, tetapi ternyata itu sangat menyinggung perasaannya. Suatu kali dia katakan ke saya, bahwa saya hanya tampak baik di luarnya saja, tetapi ternyata hati saya masih jauh dari Tuhan. Hal itu sangat menyentak hati dan pikiran saya. Saya seperti disambar petir di siang bolong. Tetapi puji Tuhan, itu cara Tuhan mengingatkan saya untuk tidak hanya mengenakan atribut-atribut saja, tetapi lebih kepada menjaga hati saya. Supaya apa yang tampak dalam perbuatan adalah benar-benar dari hati yang melekat pada Tuhan.

Mari, Kawan, kita mau semakin hari semakin melekatkan hati kita kepada Tuhan. Janganlah kita hanya sibuk dengan atribut-atribut, sibuk dengan pelayanan atau kegiatan religius, tetapi tanpa sadar sebenarnya hati kita semakin menjauh dari Tuhan. Kita giatkan setiap hari untuk berelasi intim dengan Tuhan melalui doa pribadi kita dan merenungkan firman Tuhan, sehingga menjadi tuntunan dalam hidup kita, sehingga perbuatan kita akan penuh kasih kepada setiap orang lain karena muncul dari hati yang melekat pada Tuhan.

Tuhan memberkati kita semua.

PDW