Diutus Menjadi Nabi

Renungan Minggu 31 Januari 2016

Bacaan:  Yer 1:4-5.17-19; Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab.17; 1Kor 12:31 – 13:13 (1Kor 13:4-13); Luk 4:21-30

“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. (Yer 1:5)

Sebelum Yeremia lahir, Allah sudah menetapkan bahwa dia akan menjadi nabi. Sebagaimana Allah memiliki rencana bagi hidup Yeremia, demikian pula Dia mempunyai rencana bagi setiap orang. Sasaran-Nya ialah agar kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya sambil membiarkan Dia menggenapi rencana-Nya di dalam diri kita.
Janganlah gentar/takut dalam mewartakan Tugas Kenabian, karena Tuhan akan menyertai kita dalam setiap Pergumulan atau Pewartaan waktu menjalankan tugas kenabian kita.

Tuhan tidak akan meninggalkan kita dalam keadaan apapun juga, bahkan Tuhan juga memberikan kepada kita karunia-karunia untuk menjalankan tugas kenabian.
Namun kita harus berusaha untuk bertumbuh dengan cara membaca dan mendengarkan Firman Tuhan untuk mengetahui Rencana dan kehendakNya, dan meminta/memohon karunia-karuniaNya.

Karunia yang paling utama adalah kasih. Kasih itu sabar,  kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.  Ia tidak pemarah  dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. (1 Kor 13:4-6)
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Suatu saat saya membawakan firman di suatu perusahaan, dan saya mengambil tema “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya ….. (Kol 3:22)”. Apa yang terjadi, mereka yang datang mendengarkan ada yang suka dan ada yang tidak suka, tapi saat itu saya tidak peduli/terpengaruh karena saya menyuarakan Firman Tuhan dan itu adalah tugas kenabian.

Yesus juga menjalankan tugas kenabian dan Yesus pun ditolak di tempat asalNya. Jadi jangan gentar/takut dalam mewartakan tugas kenabian kita, karena Allah menyertai kita sampai kepada akhir jaman. Amin.

SWK