Dalam Kasih Semua Bisa Terjadi

Renungan Rabu 6 Desember 2015

Bacaan: 1Yoh. 4:11-18; Mzm. 72:1-2,10-11,12-13; Mrk. 6:45-52

Rasul Yohanes menulis : Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih (rangkuman bacaan pertama 1 Yoh 4:16-18).

Dengan dasar kasih inilah kita membaca injil hari ini tentang Yesus Berjalan di atas Air. Yesus bukan mau “menunjukkan kehebatan-Nya” atau “ke-maha kuasaan-Nya” atau mau “show of force”, melainkan spontanitas-Nya karena kodrat KASIH penuh kepedulian, pemeliharaan dan perlindungan-Nya, kepada murid-murid-Nya yang sedang dirundung bahaya angin sakal.

Sekaligus Yesus sebagai seorang GURU, mengajar murid-murid-Nya, supaya mereka bisa mengerti, bahwa Yesus sudah sering membuat mukjizat (apalagi baru tadi sore sebelumnya, mereka melihat bagaimana Yesus menggandakan roti) dan jangan degil hatinya. Nenek moyang bangsa Yahudi sudah berabad-abad dipedulikan, dipelihara Allah dalam Kasih-Nya tak kunjung mengerti dan hati mereka tetap degil, sehingga mereka tidak pernah mengenali Mesias yang sudah hadir dan ada di depan mata mereka. Memang “Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah”( 1 Yoh 4 :12 ), sama dengan Kasih juga tidak kelihatan, tetapi kasih sungguh nyata dan sering kita alami sendiri, bahwa Allah selalu menyertai kita setiap hari, apalagi di saat kita tak berdaya dan butuh pertolongan.

Sekarang, sebagai murid-murid Yesus yang belajar di SEP dan bahkan jadi guru SEP, hendaknya kita sungguh setiap hari menghayati KASIH KRISTUS di dalam diri kita, supaya Kasih itu juga bisa memancar kepada banyak orang yang bertemu dengan kita.

Baru saja kita merayakan Pesta Hari Raya Penampakan Tuhan (Epiphany). Tiga Raja dengan tekun, sabar, dan rendah hati, akhirnya mengenali dan merasakan Kasih-Nya Sang Raja di atas segala Raja-Raja Alam Semesta, walaupun bayi lemah, miskin papa tak berdaya. Janganlah kita keras kepala, keras hati atau degil hati. Bukalah hati lebar-lebar, ber-rendah hatilah, bertekun dan sabar, sambil melembutkan hati, supaya kita bisa menemukan dan mengenali Tuhan yang setiap saat, setiap detik mencurahkan kasih-Nya kepada kita. Allah tampak nyata di depan mata kita.

Di awal Tahun Baru ini, Tuhan sudah membuka peluang lagi, memberi kesempatan-kesempatan baru untuk kita, agar benih Kasih bersemi dan tumbuh dengan subur, dan bisa berbuah di dalam diri kita.

Salam dalam Kasih Kristus.

VAD