Cinta Hingga Tidak Waras

Renungan Sabtu 23 Januari 2016

Bacaan: 2Sam. 1:1-4,11-12,19,23-27; Mzm. 80:2-3,5-7; Mrk. 3:20-21

Almarhum Gombloh pernah menulis lagu yang liriknya “… jika cinta sudah melekat, semuanya rasa coklat”. Cinta memang membuat orang mabuk kepayang sehingga melakukan hal-hal yang kadang membuat orang berpikir kita tidak waras.

Bacaan hari ini menceritakan tentang sikap Daud yang sangat mengasihi Saul. Ia menangisi kematian Saul. Daud tetap mengelu-elukan Saul. Daud mengoyakkan pakaiannya tanda rasa duka yang mendalam. Daud mencintai Saul, meski ia pernah diperlakukan tidak baik.

Yesus pada bacaan injil menunjukkan pelayanan yang total hingga tidak sempat makan dan keluarganya mengatai bahwa Ia sudah tidak waras.

Daud dan Yesus menunjukkan bentuk nyata mencintai sepenuh hati. Cinta hingga orang berpikir mereka “tidak waras”. Hal ini terjadi karena Daud dan Yesus mengalami cinta kasih Allah terlebih dahulu, cinta yang luar biasa sehingga membuat mereka melayani dengan total, mengampuni sepenuhnya dan taat.

Mari kita mencintai Allah dan sesama dengan total karena Allah telah melakukannya lebih dahulu.  Allah mencintai kita yang hina, berdosa dan tidak berarti ini dengan sepenuhnya hingga Ia mengirimkan anakNya yang tunggal agar kita diselamatkan. Amin.

AC