Charity Night: “Witnessing in The Power of Holy Spirit : As God’s Business People in a Corrupted World”

(Bersaksi dalam Kuasa Roh Kudus Sebagai Pengusaha milik Tuhan di tengah Dunia yang Korup)

Acara ini diadakan karena kebutuhan dana untuk pembiayaan angsuran gedung Graha SEP St.Yohanes Penginjil serta bagi pengembangan pelayanan pewartaan Injil oleh Badan Pelayanan Keuskupan – Pembaharuan Karismatik Katolik (BPK-PKK) Surabaya.

Pembicara utama pada malam dana ini adalah Bapak Joseph Chee seorang pewarta dari Negara Malaysia bertempat di Pakuwon Club House Imperial Ballroom 2 Surabaya, Acara dimulai pk.19.00 dan dibuka oleh Bpk. Dr. Laurent, kemudian doa pembukaan oleh Romo Moderator SEP yaitu Romo Damianus, kemudian disambung sambutan Uskup Mgr. Vincentius Soetikno. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Sekolah SEP, Ibu Judy Nuradi yang bercerita secara ringkas mengenai riwayat SEP. Acara diselingi dengan pujian “Jadikan Aku Indah” dan “Yesus Kaulah Sahabatku” yang dibawakan oleh Alumni Kep muda/mudi, Alex dan team.

Kesaksian yang indah oleh Bapak Felix Chendra dari Jakarta memberikan semangat kepada para hadirin dan para pebisnis agar tidak takut memberikan yang terbaik bagi Tuhan serta pesannya bahwa untuk menjadi yang terbesar kita harus menjadi yang terkecil lebih dulu.

Slide-slide kegiatan BPK mulai ditayangkan disertai penjelasan Dr. Laurent mengapa diadakan KRK pada tanggal 12 Juni kemarin. Pesannya agar kita dapat menjadi Katolik yang militan artinya yang benar-benar katolik bukan yang asal-asalan. BPK melalui programnya Pria Sejati dan Wanita Bijak, banyak rumah tangga terselamatkan oleh karena pertobatan suami-suami dan istri-istri setelah mengikuti rekoleksi tersebut.

Waktu menunjukkan pukul 20.30, pujian dan penyembahan oleh Bpk. Jatmiko dan team bergema merdu mengajak semua hadirin bernyanyi memuji memuliakan dan menyembah Tuhan untuk mempersiapkan hati umat mendengarkan firman dan kesaksian yang dibawakan oleh Bpk. Joseph Chee.

Didampingi oleh penerjemah ibu Medy Maringka, Bpk. Joseph Chee memperkenalkan dirinya sebagai orang yang benar-benar setia pada gereja Katolik sejak masih kecil. Namun setelah dewasa banyak tawaran-tawaran dunia yang menggiurkan sempat membuatnya bimbang. Tetapi karena kecintaannya pada gereja Katolik beliau berjanji bahwa jika sampai beliau dipromosikan ke jenjang karir yang lebih tinggi, beliau akan meniggalkan dunia bisnis yang penuh dengan korupsi dan iming-iming harta duniawi. Apa yang dijanjikannya akhirnya ditepatinya. Meskipun rekan-rekan bisnisnya mengatakan sungguh bodoh karena tidak mau mendapat tawaran yang begitu luar biasa tingginya. Namun Ia memilih bergabung dengan suatu komunitas untuk memberitakan injil. Kemudian Ia menjadi orang yang sangat dipercaya di mana-mana, bahkan ia sempat mendapat tawaran menjadi anggota kabinet Pemerintahan. Kemudian ia mencari nasehat Tuhan terlebih dahulu, jawabannya dia tidak mendapat damai. Satu pengalaman indah dalam hidupnya adalah dapat berjabat tangan dengan Bapa Paus. Dia begitu bangga sebab Bapa Paus sendiri yang memanggilnya untuk datang. Dan kemudian Bapa Paus memberikan peneguhan padanya untuk pulang melayani sampai ke daerah-daerah. Pesannya pada para pebisnis agar berhasil kita harus setia kepada Tuhan. Janji Tuhan bahwa orang yang setia seperti pohon yang ditanam di tepi air. Ia akan menghasilkan buah yang melimpah.

(Ptr)