Pasrah Karena Iman

Pada suatu hari Minggu di wilayah Paroki saya, akan mengadakan lomba gerak jalan jantung sehat. Saya termasuk panitia yang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Event gerak jalan ini sudah berlangsung beberapa kali dan berjalan sukses. Pesertanya diikuti seluruh warga wilayah baik tua, muda, remaja dan anak-anak. Selain untuk kesehatan, tujuan kami gerak jalan jantung sehat ini adalah memupuk keakraban umat katolik di wilayah tersebut. Gerak jalan ini diikuti oleh banyak peserta dan kami sediakan beberapa hadiah. Hadiah utamanya sebuah sepeda. Disamping itu tersedia banyak door prize.

Namun menjelang hari H, saya agak was-was sebab kadang-kadang ada hujan di pagi hari, padahal sudah memasuki musim kering. Kekhawatiran ternyata benar. Hari Jumat pagi hari hujan deras, hari Sabtu pun mendung disertai hujan rintik-rintik. Pada hari Minggu pukul 5 pagi, hati saya deg-deg-an sebab ada bunyi petir menggelegar bersaut-sautan. Saya sempat membayangkan bagaimana nasib 200 orang peserta gerak jalan, jika pada hari Minggu turun hujan. Saya mulai berdoa dan pasrahkan penyelenggaraan event gerak jalan ini kepada Tuhan yang Maha Kasih. Saya mohon campur tangan Yesus, agar Dia sungguh berkarya.

Waktu gerak jalan dimulai, langit diliputi awan yang tebal. Saya terus berdoa selama gerak jalan. Saya sungguh percaya bahwa Dia sendiri yang akan mengatur segala sesuatunya.

Dipertengahan jalan, hujan mulai turun rintik-rintik, dan saya tetap berdoa dan terus berdoa dengan lebih semangat. Tuhan, saya percaya bahwa langit akan menjadi biru dan matahari pasti akan bersinar dengan hangatnya!

Apa yang terjadi …… benar-benar Tuhan menunjukkan karyaNya. Kepasrahan dan iman saya telah berbuah. Tuhan mendengar doa saya. Perlahan-lahan awan kelabu sirna diganti dengan langit yang biru dan matahari mulai bersinar. Inilah kebesaran dan keajaiban Tuhan. Terima kasih Tuhan. Engkau sungguh Maha Besar. Terpujilah Engkau selama-lamanya. Amin.

(Mutia- alumni SEP angkatan XIX)