Kesedihan Lenyap oleh Doa Darah Yesus

Suatu hari sabtu sore suami saya pulang kerja pukul 16.00 dalam keadaan capek dia menolak untuk mengantarkan saya ke Adi Jasa (tempat persemayaman jenasah) yang jaraknya lumayan jauh dari rumah kami. Saya agak kecewa, sebab yang meninggal ini adalah tetangga kami sendiri. Akhirnya saya berangkat dengan ibu saya berdua, dalam keadaan jengkel, dalam hati saya mengomel ‘kalau urusan kantor dia pasti bisa berangkat’. Memang akhir-akhir itu pekerjaan suami saya semakin meningkat dengan tanggung jawab yang semakin besar, rupanya saya belum siap untuk bisa menerima hal tersebut sehingga saya sebagai istri menganggap suami telah menomor duakan keluarga. Kejengkelan dan kesedihan itu begitu menguasai saya, sampai besok paginya saya masih merasa sedih. Waktu saya berdoa, saya minta tolong sama Tuhan, saya benar-benar ingin keluar dari kesedihan ini dan saya ingin menerima keadaan suami saya apa adanya, tetapi susah sekali, kata-kata atau keinginan dengan hati saya seperti bertentangan. Saya sudah memaafkan suami saya tetapi saya masih merasa sedih dan mengasihani diri sendiri. Saya tahu bahwa ini tidak baik karena bisa menimbulkan penyakit macam-macam pada saat saya stress. (terutama sakit maag). Kemudian tiba-tiba saya ingat dengan doa yang diajarkan oleh seorang teman pada waktu dia sharing pelayanan kemarin. Dan saya menggunakan doa tersebut. ‘Darah Yesus urapi aku, darah Yesus kuatkan aku.’ kemudian saya sadar bahwa kesedihan bisa didatangkan oleh iblis. Dan saya berdoa lagi seperti doa teman yang sharing kemarin itu ‘Roh Allah yang ada padaku lebih besar dari roh-roh lain yang ada di udara’. ‘Darah Yesus basuh aku, darah Yesus pulihkan aku, Darah Yesus balut luka-lukaku, darah Yesus ubahlah aku’ dan segeralah rasa sedih itu lenyap seketika. Sungguh ajaib!. Doa ini sangat besar kuasanya. (Ptr.- alumni SEP angk XIX)