Tuhan Menetapkan Langkah-langkah

Kejadian ini kualami tepatnya pada 6 Juli 2008. Setelah mengikuti misa pagi (pk.05.30 – 07.00) di Gereja Hati Kudus Yesus – Surabaya, saya bersama isteri mengambil sepeda motor yang diparkir di Wisma Keuskupan jalan Mojopahit 38. Kami berboncengan ke arah barat ke jalan Raya Darmo, bermaksud pulang ke rumah kami di jalan Grudo dekat jalan Teuku Umar. Sesudah memasuki Raya Darmo, kami disrempet dari belakang oleh sebuah sepeda motor hingga jatuh.

Kondisi saya tidak apa-apa, tetapi isteri saya pingsan, mengalami luka di kepala dan mengeluarkan banyak darah. Keadaan jalan masih sepi, saya bingung dan berteriak histeris “Tuhan…. Tuhan…. Tuhan……!!!”. Tiba-tiba banyak orang datang dan mengangkat isteri saya ke pinggir jalan. Taxi dan mobil-mobil berjalan terus, tidak ada yang mau berhenti. Tiba-tiba ada sebuah mobil minggir dan berhenti. Sopirnya saya kenal sebagai seorang asisten imam, tapi saya tidak tahu namanya. Dia menolong dan membawa isteri saya ke UGD RKZ, serta mengurus pengobatannya, dan menunggu sampai saya datang, karena saya dan penabrak masih berurusan dengan polisi.

Kemudian saya menyusul ke RKZ dan saya sangat berterima kasih kepada orang tersebut yang kemudian saya tahu namanya: Bp. Frans, dan saya teringat akan “orang Samaria yang murah hati”, yang menolong tanpa mengharapkan imbalan (Luk 10:25-37).
Sampai saat ini saya selalu bersyukur atas pertolongan Tuhan, dan tetap mengingat firmanNya yang terdapat dalam Yer 29:12 (Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepadaku, maka Aku akan mendengarkan kamu). Saat kecelakaan itu saya berteriak minta tolong kepada Tuhan, dan Ia telah menyelamatkan isteri saya melalui bapak Frans. Memang isteri saya menderita luka di kepala dan mengeluarkan banyak darah, karena ia tidak memakai helm yang standard (makanya lain kali pake helm yang standard dong – red) dan duduknya juga tidak stabil, tetapi saya sendiri sama sekali tidak apa-apa, hanya ada lecet-lecet ringan dan sembuh sendiri tanpa obat.

Sungguh benar Firman Tuhan yang terdapat dalam Mzm 37:23-24 (Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya, apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya.”

(Bernard A.Yus – Pemuridan Bunda Kudus – 2008)