Betapa Besar Kuasa dan Kasih Tuhan

Tepatnya pada 22 April 2005 saya dinyatakan menderita kanker payudara dengan grid 3. Saat mendengar berita itu saya sangat terkejut. Tapi dengan keyakinan saya, bahwa Tuhan Yesus selalu menyertai saya, maka saya tidak mengalami ketakutan tapi justru bisa mengucap syukur. Saya percaya bahwa yang saya alami ini adalah seijin Tuhan. Segala sesuatu yang seijin Tuhan pasti baik adanya. Saya yakin di balik semua ini ada keindahan. Saya hanya berdoa agar Tuhan selalu menyertai saya dalam menghadapi beban ini. Sungguh luar biasa ternyata benar-benar Tuhan ikut ambil bagian dan memimpin setiap langkah yang saya jalani.

Kanker yang saya derita karena termasuk jenis yang ganas maka operasi harus segera dilaksanakan. Saat itu saya berharap yang melaksanakan operasi Prof. dr. Aryo Jatmiko, tapi beliau masih berada di Singapura sampai 28 April 2005 padahal operasi harus dilaksanakan 25 April 2005. Saya pasrah dan berserah pada Tuhan. Operasi ditetapkan pukul 14.00 tapi pukul 11.30 saya sudah dipanggi Dr. Ami bahwa operasi akan dilakukan pukul 11.30, jadi saat masuk kamar operasi pukul 12.00 saya seorang diri. Keluarga belum ada yang datang, tapi saya tidak takut karena saya punya pengantar yang hebat dan luar biasa yaitu YESUS.

Benar-benar luar biasa tanpa saya duga ternyata yang melaksanakan operasi Prof. Dr. Aryo Jatmiko sendiri yang secara mendadak beliau kembali ke Indonesia karena acara di Singapura sudah selesai dan saat itu saya merasakan penyertaan Tuhan.

Setelah operasi selesai saya masih harus menjalani kemoterapi dan radiasi. Sentuhan tangan Tuhan yang tidak mungkin saya lupakan seumur hidup saya.

Saat itu ada Romo Yohanes O.Carm datang untuk sebuah KRK pada 12 September 2005 bertepatan dengan kemoterapi saya yang ke 6, semua melarang saya datang, karena biasanya setelah kemoterapi pasti pusing dan mual. Tapi saya bersikeras untuk datang saya sungguh rindu bertemu dengan Yesus. Akhirnya saya datang walaupun terlambat karena saya baru turun dari ranjang kemoterapi pukul 18.15 sampai di Pakuwon (PTC) pukul 19.00. Begitu turun dari mobil saya lari karena saya takut ketinggalan acara. Begitu masuk ke Hall PTC seakan-akan Tuhan sudah menyediakan tempat untuk saya. Karena ada 3 kursi yang kosong untuk saya, suami dan kakak ipar. Sepuluh menit setelah itu, doa penyembuhan dimulai. Saat Romo Yohanes mengatakan ada seorang ibu yang menderita tumor payudara saya yakin bahwa itu saya. Ternyata keyakinan saya tidak sia-sia, saya merasakan aliran listrik yang luar biasa sehingga menggoncangkan tubuh saya. Saat itu saya tidak bisa berucap apa-apa hanya menangis, kasih TUHAN begitu besar pada saya. Saya yakin bahwa Tuhan telah menyembuhkan saya dengan tuntas. Semua ini terbukti bahwa Tuhan Yesus masih terus berkarya dan melakukan mujizat sampai saat ini.

Saat cek up tahunan bulan Mei 2006, CEA untuk orang normal tidak boleh lebih dari 30; sedangkan CEA saya hanya 17. Dan CE untuk orang normal tidak boleh lebih 15 sedangkan CE saya hanya 5-10. Dan saya dinyatakan sembuh total. Tuhan juga kirimkan orang-orang luar biasa yang membantu saya dalam biaya dan juga suplemen yang saya butuhkan.

Sungguh luar biasa kuasa dan kasih Tuhan Yesus untuk saya. Tiada Yang Mustahil Bagi Tuhan.

(Anonim – 21 Juli 2008)