Misi Evangelisasi ke Papua

Sejak tanggal 30 Mei sampai dengan 5 Juni 2008, Sentra Evangelisasi Pribadi St. Yohanes Penginjil BPK PKK Surabaya, mendapat tugas untuk membuka kelas Kursus Evangelisasi Pribadi ke Papua Barat tepatnya di kota Jayapura. Berangkat 29 Mei 2008 puku. 23.40 menuju Ujung Pandang dengan lama penerbangan sekitar 1 jam, transit di Ujung Pandang dan perjalanan dilanjutkan esok paginya pukul 07.30 wita menuju Bandara Sentani Jayapura. Penerbangan ke Jayapura memakan waktu sekitar 4,5 jam. Sore harinya langsung dibuka dengan Misa Kudus di Biara St. Clara yang letaknya berdekatan dengan Bandara Sentani.


Kursus diadakan atas undangan dari BPK PKK Jayapura melalui Badan Pelayanan Nasional di Jakarta selanjutnya BPN menyerahkan tugas dan tanggungjawab pelayanan tersebut kepada Kepala Seksi Evangelisasi Nasional yang dijabat oleh Kepala SEP Surabaya yaitu ibu Judy Nuradi.
Para Guru SEP yang mengemban misi ini adalah ibu Judy sendiri, Bapak Donny Vincent, Bapak Franky, dan ibu Betty Diantoro. Di bantu oleh Romo Niko Syukur dari Paroki… Papua yang mengajar Evangelii Nuntiandi.

Misi yang diemban adalah ‘ Membangun Gereja yang mandiri dan misioner ‘ sesuai dengan visi keuskupan Jayapura. Misi ini menggerakkan Komunitas Basis ( KomBas ) di seluruh keuskupan sehingga yang ditugaskan keuskupan untuk mengikuti Kursus Evangelisasi ( KEP ) kali ini adalah para aktivis KomBas dari Lingkungan di setiap Paroki, terkumpul sekitar 50 orang. Peserta mayoritas para pendatang, hanya ada beberapa orang saja yang adalah Putra Daerah. Sangat diharapkan bahwa evangelisasi dapat menjadi karya Gereja yang sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Papua, baik dalam hal meningkatkan pertumbuhan iman Kristiani sejati bagi umat di sana, juga dalam hal mengantarkan mereka kepada cara hidup Kristiani yang sesuai dengan ajaran dan kehendak Kristus.

Metode yang diajarkan adalah sederhana, dengan tujuan membawa umat untuk lebih aktif lagi di kegiatan KomBas, sehingga nantinya dapat menjadi penggerak di setiap Komunitas Basis di Paroki mereka masing-masing.

Kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan di Papua, karena mayoritas penduduk masih berpegang kuat pada tradisi nenek moyang seperti hal-hal yang berbau magic, minum alkohol, juga pada umumnya memiliki temperamen yang cenderung keras sehingga sangat membutuhkan pembinaan yang terus menerus. Oleh karena itu Evangelisasi sangat dibutuhkan disana.

Bapa Uskup Mgr Mgr. Leo Labalajar, OFM sangat mendukung kegiatan KEP ini, di dalam sambutannya beliau mengatakan mengenai misi dan evangelisasi untuk mewujudkan gereja yang mandiri dan misioner sehingga selama mengikuti kursus para peserta sangat antusias, terbuka, responsive, banyak bertanya, tekun dan roleplay dapat dijalani dengan semangat tanpa ragu atau malu untuk maju kedepan.


Ditekankan di dalam KEP kali ini, bahwa Evangelisasi yang sejak Konsili Vatikan ke II merupakan tugas pokok Gereja Katolik, mengajak awam turut bertanggungjawab dan berperan serta menjalankan misi ini, karena awam telah diberi kuasa oleh Tuhan untuk melakukan tugas Evangelisasi dalam bentuk yang khusus.Sehingga Evangelisasi bukan lagi hanya tugas dan tanggung jawab para hierarki Gereja saja tetapi juga seluruh umat Gereja turut bertugas dan bertanggungjawab menjalankannya.

Evangelisasi saat ini merupakan kebutuhan Gereja dan dunia, melalui Evangelisasi seseorang mengalami Yesus yang hidup sehingga menjadi orang yang beriman kepada Yesus. Dengan demikian ada kesanggupan untuk menghadapi apa saja di dalam kehidupannya. Dunia membutuhkan orang-orang Kudus, yang kehidupannya sendiri sudah merupakan pewartaan.

Ibu Judy sendiri merasakan bahwa perjalanan ke Papua yang baru pertamakali dijalani merupakan ungkapan ke Maha Besar-an Allah Sang Pencipta, menumbuhkan iman yang semakin kuat dengan melihat begitu indahnya ciptaan Tuhan. Dan bersyukur bahwa Tuhan berkenan memakai beliau menjadi penabur benih Evangelisasi di Indonesia (beliau sudah mengajar KEP di beberapa kota di P. Jawa seperti : Padang, Samarinda, Jayapura kali ini, dan Ruteng yad. melalui KONFENDA ke V BPPG NTT Utara akan mengundang ibu Judy untuk mempresentasikan misi Evangelisasi), dan sungguh-sungguh berharap agar perjalanan ke Papua kali ini kota Jayapura mengalami berkat Tuhan seperti kota-kota lain yang Evangelisainya sudah berkembang.

Yang diharapkan setelah KEP berakhir adalah bahwa para pengurus di Jayapura sungguh-sungguh diberi semangat dan memiliki komitmen untuk terus memupuk dan memelihara, mengembangkan dan melestarikan sehingga semakin lama KEP akan semakin bertumbuh dan berkembang, mandiri, dengan Guru-Guru sendiri. Dan semoga Roh Kudus yang sudah memulai bekerja di Jayapura yang akan membakar semangat para pengurus disana demi mewujudkan visi keuskupan Jayapura yaitu ‘ membangun Gereja yang mandiri dan misioner’. Semoga !

(ANS dari ibu Judy)