Setiap Langkah adalah Anugerah

Seorang Professor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Disana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi. Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah…

Kasih Memberi Tanpa Henti

Di depan aku duduk , ada rak sepatu. Ada 16 pasang dan 2 buah yang sudah menjanda. Tidak ada yang baru, karena rak ini tidak berada di toko sepatu. Aku bertanya kepada sepatu yang menjanda : ‘Di mana pasanganmu ?’ Jawabnya : ‘Tidak tahu …. Mungkin terbawa dalam karung yang dikirim kepada para pengungsi korban gempa di Padang.’ ‘Kesepian, dong, kamu …. Sekarang harapanmu apa ?’ ‘Aku berdoa, supaya aku…

Memikul Salib

“Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.” (Luk 23:26) Setelah mengalami siksaan semalam suntuk Yesus harus memanggul salib menuju bukit Golgota. Para prajurit takut Yesus akan meninggal sebelum penyaliban, maka mereka memaksa Simon orang Kirene untuk menggantikan Yesus memanggul salib. Kirene adalah sebuah daerah dekat sungai Nil…

Paskah, Hari Kebangkitan Tuhan

KETIKA saya bertanya pada salah seorang murid SEP yang sudah lulus Ajaran Gereja tentang apa makna Paskah baginya, serta merta dia menjawab bahwa “Paskah” itu berarti “sudah lewat”. Dengan spontan saya membenarkan jawabannya bahwa Paskah bisa berarti “Tuhan lewat” seperti yang kita temukan dalam Perjanjian Lama, yakni Paskah Bangsa Yahudi. Tulisan berikut hendak melihat makna Paskah, Hari Kebangkitan Tuhan itu dalam tiga dimensi, yakni Paskah Yahudi (Perjanjian Lama), Paskah Kristus…

Siapa Saudaraku yang Membutuhkan Aku Hari Ini ?

Saat Teduh pagi ini Tuhan sungguh menjamah hatiku. (Matius 25 : 31-46) Beberapa kali kuperhatikan para penjual koran atau pengemis jalanan yang tidak menggunakan alas kaki di jalanan beraspal yang begitu panas. Dan aku tergelitik untuk berbuat sesuatu. Namun kenapa kok aku selalu menunda-nunda untuk membeli beberapa sandal jepit, alasannya aku bingung harus beli ukuran berapa dan beli dimana yang paling murah? Ternyata alasan-alasan ini membuat aku mengulur waktu berbuat…

Yesus, Barack Obama dan Rambo

Akhir-akhir ini dunia terpesona oleh sosok Barack Obama. Prestasi luar biasa bagi seorang Afro-Amerika pertama, menjadi presiden untuk sebuah negara super power AS. Record tersendiri saat pelantikannya sebab semuanya serba paling.Dua juta orang mau berdingin-dingin menghadiri pelantikan sang presiden. Perlu diketahui ketika presiden Bush dilantik, dihadiri 40.000 orang, Presiden Lyndon B Johnson yang terkenal pada 1965 dihadiri 1,2 juta orang. Washington DC booming orang menginap, mulai hotel berbintang sampai kamar…

Tetap Bertahan dalam Kebenaran di Tengah Krisis

Habakuk 3 : 17 – 19a. Hari – hari ini kita hidup di dunia yang sedang mengalami krisis global, yang melanda semua bidang. Termasuk alam yang sudah tidak lagi bersahabat dengan manusia. Saya juga teringat materi APP 2008 bahwa udara yang kita hirup secara bebas sebenarnya sudah tidak layak lagi karena sudah tercemari. Gaya hidup yang serba instant dan praktis ini yang menyebabkan pemanasan global (global warming) yang mengakibatkan kerusakan…

Refleksi Seorang Murid

‘Saya nggak mau masuk SEP sebab orang SEP itu sok ngerti Firman!’ ungkap seorang teman saya. Sungguh sedih mendengarnya. Kemudian saya bertanya padanya, ‘memangnya ada apa dengan orang itu?’. ‘Wah sombong sekali dia mentang-mentang ngerti firman suka menggurui orang lain’, jawabnya dengan penuh emosi. Dalam hati saya berkata ‘Saya juga orang SEP, apakah saya juga sok ngerti tentang Firman?’. Ini menjadi bahan refleksi buat saya pribadi. Memang tidak ada yang…

Injil Lukas 10:25-37

Saya ingat ada orang bijak mengatakan bahwa: ‘Hidup ini adalah renungan’. Setelah saya camkan kata-kata ini, ada benarnya. Hidup ini renungan. Kita merenungkan apa yang telah kita perbuat sepanjang hidup kita ini, kesalahan apa yang telah kita lakukan, juga apakah kita sudah melakukan hal-hal yang baik terhadap sesama kita? Pedulikah kita terhadap lingkungan kita? Saya yakin semua orang pasti tahu apa itu renungan. Kalau hidup ini tidak pernah merenung, ya…….pastilah…

Kalau Aku Jadi Yesus, Aku Akan Merenung…

Dulu, rumahKu tenang, hening, syahdu. Sekarang, orang ngobrol, bicara keras-keras disana-sini tanpa peduli bahwa orang lain membutuhkan ketenangan termasuk petugas tatib Gereja! So…. siapa yang menertibkan dan ditertibkan? Dulu, rumahKu penuh dengan orang-orang yang khusuk berdoa. Sekarang, orang khusuk berbicara dengan teman, pacar atau keluarganya Dulu, rumahKu disinggahi orang dengan berbusana yang sopan malahan terkesan formal. Sekarang, ada yang pakai tengtop, blackes, mini, celana pendek, celana/rok hipster, pakai sandal, beraneka…