Ikutlah Aku

Gambar terkait

Renungan Jumat 5 Desember 2015

Bacaan: 1Yoh. 3:11-21; Mzm. 100:1,2,3,4,5; Yoh. 1:43-51

IKUTLAH AKU

Sekali peristiwa Yesus memutuskan untuk pergi ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Tidak diketahui dan tidak dijelaskan apakah Filipus telah mendengar atau mengenal Yesus sebelumnya. Hanya ada tertulis, Filipus berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Ada kemungkinan mereka telah saling mengenal dan saling mempercayai.

Hal yang menarik bahwa Yesus hanya berkata “Ikutlah Aku”. Sepertinya ajakan Yesus itu, menyentuh hati Filipus, yang terbuka pada Allah dan membuatnya mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus. Filipus yang suka membaca kitab Taurat, mengenali Yesus, anak Yusuf dari Nazaret sebagai yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para Nabi. Pengalaman akan Tuhan, membuat Filipus menjadi Pewarta Kabar sukacita kepada Natanael temannya. Mengingatkan saya, apakah saya suka membaca Kitab Suci seperti Filipus. Juga betapa pelitnya saya dalam membagikan kabar sukacita karena pengalaman akan Allah pada orang lain. Bahkan sering meragukan pengalaman iman orang lain.

Natanael meragukan perkataan Filipus dengan bertanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Mengingatkan saya, saat saya mencurigai ketulusan seseorang yang berbuat baik pada saya, dengan bertanya dalam hati, “Apakah ada udang di balik batu?” 

Yesus tidak mempedulikan kecurigaan Natanael karena Yesus melihat kedalaman hatinya yang mencintai Allah dengan tulus. Dengan penuh kasih tanpa rasa marah atau tersinggung, menyapa Natanael: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Natanael mengalami disapa dan dikenali kepribadiannya oleh Yesus, terutama saat Yesus mengatakan bahwa sebelum Filipus memanggil, Yesus telah melihatnya di bawah pohon ara. Natanael mengalami perjumpaan pribadi dengan Sang Kebenaran sejati yaitu Yesus sendiri. Dan pandangannya tentang Nazaret dan Yesus berubah. Dengan penuh kerendahan hati, mengakui: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau raja orang Israel” Natanael percaya dan mempercayakan dirinya, serta masa depannya bahkan seluruh bangsanya kepada Yesus.

Doa: Tuhan Yesus, begitu besar kasih dan perhatian-Mu pada Natanael. Seperti Engkau telah memilih Natanael, demikian juga perhatikan dan pilihlah kami tanpa peduli akan kekurangan kami. Syukur dan terima kasih untuk kasih setia-Mu pada kami. Tambahkanlah iman kami, agar kami mempunyai iman seperti Filipus yang berubah mendengar ajakan-Mu “Ikuti Aku!” dan Natanael yang mengalami perubahan pandangan dan wawasan karena mengalami perjumpaan pribadi dengan Engkau. Terima kasih. Pakailah hamba-Mu ini sampai seluruh bumi bersorak-sorai memuliakan-Mu. Amin. (JW)