Pengampunan Yang Menyembuhkan

Hasil gambar untuk forgiven

Renungan Senin 11 Desember 2017

Bacaan: Yes. 35:1-10; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 5:17-26

PENGAMPUNAN YANG MENYEMBUHKAN

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” (Luk 5:20)

Janji Tuhan dalam Matius 28: 20 bahwa Dia selalu campur tangan dalam kehidupan kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita. Itu berarti, dalam segala peristiwa hidup kita; suka, duka, untung, malang, sehat maupun sakit, kelimpahan berkat atau rugi dalam bisnis, Dia selalu menyertai kita.

Hari ini ketika Yesus sedang mengajar, orang-orang Farisi dan ahli Taurat serta seluruh penduduk Galilea, Yudea dan Yerusalem mendengarkan Dia. Selain mengajar, Yesus menyembuhkan orang sakit. Kuasa Allah menyertai Dia, sehingga perbuatan Tuhan yang ajaib dan mengherankan dilakukan dengan belas kasih demi menyelamatkan manusia.

Begitu banyak yang datang sehingga tidak ada lagi ruang bagi orang lumpuh. Karena iman, harapan, perjuangan dan usaha keras beberapa orang dalam membawa orang lumpuh ke hadapan Tuhan Yesus, Dia melihat iman mereka, lalu bersabda, “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” Bagi orang yang kurang mengenal Allah, akan mengalami kesulitan mengaitkan kesembuhan dengan pengampunan dosa. Namun saya pernah mengalaminya.

Sekitar tahun 2000, punggung  saya sakit seperti di tarik-tarik. Sudah berobat berkali-kali ke dokter tidak sembuh. Pada suatu sore hari, sambil tiduran saya menikmati acara renungan di salah satu televisi swasta. Saya setiap hari melihat acara tersebut. Pada akhir acara, mereka selalu menutup dengan mendoakan pemirsa dan  bernubuat. Saat itu saya belum tahu, belum mengerti bahkan tidak percaya kalau itu disebut nubuat. Saya berpikir apa yang dikatakan orang tadi adalah buat-buat. Tetapi justru itulah Tuhan membuat saya percaya bahwa kuasa Tuhan tidak dibatasi oleh tempat, waktu, jarak atau apa pun. Tuhan menyembuhkan saya melalui jamahan-Nya. Pendoa saat itu mengatakan, “Ada seorang ibu yang tinggal di Surabaya yang sudah lama mengalami sakit punggung, saat ini bertobatlah ibu dan bersyukurlah kepada Tuhan Yesus karena Dia sedang menjamah ibu dan menyembuhkan sakit punggung ibu, berikan kesaksian dengan menghubungi nomor telepon….” Ketika itu saya belum menyadari, tetapi setelah saya bangkit dari tempat tidur dan saya tidak merasakan  sakit lagi di punggung, saya baru menyadarinya, mata hati saya dicelikkan, dan telinga hati saya dibuka Tuhan (Yes 35:5). Syukur kepada Allah. Kemudian saya langsung menghubungi nomor telpon yang sudah saya catat sebelumnya untuk memberikan kesaksian pengalaman iman saya.

Doa: Tuhan, aku hendak mendengarkan apa yang Engkau sabdakan. Beri aku iman yang hidup, pengharapan yang kuat untuk menjiwai seluruh hidupku dan mengasih-Mu lebih dari dari  segala sesuatu sehingga keselamatan yang dari pada-Mu boleh aku wartakan kepada setiap orang, agar mereka percaya kepada-MU. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

ECMW