Iman Seorang Perwira Roma

Gambar terkait

Renungan Senin, 4 Desember 2017, Yohanes dari Damsyik

Bacaan: Yes. 2:1-5 atau Yes. 4:2-6; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5,6-7,8-9; Mat. 8:5-11

IMAN SEORANG PERWIRA ROMA

Ketika Yesus masuk ke kota Kapernaum, seorang perwira Roma datang kepada Yesus dan mohon kepada-Nya untuk menyembuhkan hambanya yang menderita sakit lumpuh. Dengan penuh belas kasih, Tuhan Yesus menjawab, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi ternyata perwira itu melarang Tuhan Yesus datang ke rumahnya, karena perwira itu merasa tidak pantas kalau Tuhan Yesus harus datang ke rumahnya menyembuhkan hambanya. Perwira itu mohon kepada Tuhan Yesus, “Tuan, aku tidak pantas menerima Tuan di rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku akan sembuh.” (Mat 8:5-8)

Perwira Roma itu begitu percaya bahwa Tuhan Yesus mampu menyembuhkan hambanya, kepercayaan yang begitu besar membuat perwira itu dikagumi oleh Yesus, Yesus berkata, “Iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel”, karena itu Tuhan Yesus mengabulkan permohonan perwira itu.

Kekaguman Tuhan Yesus kepada iman perwira Roma itu diikuti oleh semua rasul, sehingga dalam setiap perayaan Ekaristi, sebelum menyambut komuni suci dari dahulu hingga sekarang kita semua selalu mengulang kata-kata perwira Roma yang penuh iman itu, “Ya Tuhan aku tidak pantas Engkau datang kepadaku, tetapi bersabdalah sepatah kata saja maka jiwaku akan sembuh”.

Sahabat-sahabatku, kalau kita memiliki iman kepercayaan yang besar kepada Tuhan Yesus, berarti kita berjalan dalam terang. Orang yang berjalan di dalam terang, tidak mudah disesatkan oleh dosa, karena dia tahu mana yang jahat mana yang baik, mana yang benar mana yang salah, mana yang boleh dilakukan dan mana yang harus dihindari. Hidup di dalam terang menghindarkan kita dari sikap permusuhan, dendam, kebencian, iri hati dan perbuatan-perbuatan jahat.

Sahabat-sahabatku marilah kita senantiasa bersyukur atas penyelenggaraan Ilahi di sepanjang hidup kita, agar kita pun mengagumi iman perwira Roma yang hambanya menderita sakit itu. Sehingga Roh Kudus terus menuntun kita, agar kita mampu untuk selalu hidup dalam iman dan menaruh perhatian terhadap orang-orang yang menderita di sekitar kita, yang membutuhkan uluran tangan kita/ bantuan kita. Amin.

TFK