Berjaga-Jagalah

Hasil gambar untuk Mark 13:33-37

Renungan Minggu 3 Desember 2017

Bacaan : Yes. 63:16b-17; 64:1,3b-8Mzm. 80:2ac,3b,15-16,18-191Kor. 1:3-9Mrk. 13:33-37

BERJAGA-JAGALAH

Sekali  peristiwa Yesus bersabda kepada murid murid-Nya, “Berjaga jagalah! Sebab kamu tidak tahu, bilamana waktunya tiba. Sebab kamu tidak tahu bilamana tuan rumah itu pulang, menjelang malam atau tengah malam atau larut malam atau pagi-pagi buta. Hal ini Kukatakan supaya kalau Ia tiba tiba datang, jangan sampai kamu didapatinya sedang tidur.” (Mrk 13:33.35-36)

Yesus menegaskan kepada murid-murid-Nya untuk senantiasa berjaga jaga, mengikuti ajaran yang sudah diajarkan oleh Yesus. Senantiasa berjaga-jaga dengan menerapkan hidup Kristiani yang seimbang, yang dituntun oleh Roh Allah sendiri, yaitu kehidupan doa, membaca firman Allah, berkomunitas, pelayanan, dan bersaksi tentang kebaikan Tuhan di dalam hidup sehari-hari.

Saya pun selalu berjuang untuk berusaha hidup seperti yang diajarkan Tuhan Yesus, yaitu dengan hidup kristiani yang seimbang, dengan doa, membaca firman-Nya, merenungkan, serta melakukan dalam keseharian saya. Selain itu saya juga mengambil bagian dalam komunitas kristiani dengan mengikuti Kelompok Kecil Umat (KKU) dan saya merasakan pertumbuhan yang luar biasa dari proses berkomunitas. Melalui pelayanan, saya sudah mengambil bagian. Dengan bersaksi, saya bercerita tentang kebaikan Tuhan dalam hidup saya sehari-hari.

Hari ini Tuhan Yesus menegur bahwa saya tidak lagi melakukan apa yang sering saya lakukan selama ini, yaitu tetap berjaga-jaga dan menyediakan waktu bagi orang orang di sekitar saya yang kurang beruntung, karena terlupakan dengan  tugas yang  harus saya kerjakan. Kepada orang yang kurang beruntung, yang tinggal di sekitar rumah saya, terkadang saya digerakkan Tuhan untuk menyapa dan mengunjungi petugas tukang sampah di sekitar rumah saya, membagikan berkat makanan dan sesekali makan bersama mereka. Terkadang saya mengunjungi umat yang sakit stroke cukup lama, karena sudah sangat jarang anggota lingkungan yang datang, seolah mereka terlupakan. Selain itu, saya berikan waktu duduk berbincang dengan penjual roti yang sedang terpuruk karena kondisi keluarganya. Saya hanya menyediakan waktu bagi mereka mendengarkan keluhannya dan kekecewaannya.

Akhirnya saya sadar, ternyata cukup lama saya tidak melakukan dan memberikan waktu lagi bagi mereka yang terlupakan. Saya menyesal karena salah satu saudaraku pengajar di Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP) yang meninggal Selasa yang lalu (21 November 2017) juga terlupakan. Padahal beberapa minggu sebelumnya Tuhan mengingatkan saya untuk mengunjungi, tetapi karena kesibukan memeriksa ujian, renungan siswa, persiapan penerimaan laporan belajar dan sebagainya sehingga kesempatan yang Tuhan berikan kepada saya terlewatkan begitu saja.

Tuhan ampuni segala ketidaktaatanku kepada-Mu. Terima kasih karena Engkau mengingatkan saya untuk membagi waktu bagi mereka yang tidak punya kemampuan untuk datang ke sebuah kursus dan pendalaman iman apapun. Semoga hari Sabtu depan saya akan mulai melakukan kunjungan, menyiapkan waktu bagi seorang bapak yang terlupakan di wilayah saya, karena sakit stroke yang cukup lama, mengunjungi, membawakan makanan dan mendengarkan perkembangan kesehatannya dan sapaannya.

Ya Bapa di Surga, ampuni setiap kelemahanku, kelalaian dan kemalasanku. Bantu setiap kami boleh belajar menghidupi sabda-Mu setiap hari, hidup kristiani yang seimbang, dan senantiasa berjaga-jaga sehingga iman kami semua boleh semakin bertumbuh di dalam Engkau. Bantu kami untuk mampu mengatur waktu yang Kau percayakan kepada kami sehingga semakin banyak pribadi yang berjumpa dengan kami, boleh semakin rindu datang kepada-Mu melalui hidup kami. Amin.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Ksm.