Berjaga-Jaga Senantiasa

Gambar terkait

Renungan Sabtu 2 Desember 2017

Bacaan: Dan. 7:15-27; MT Dan. 3:82,83,84,85,86,87; Luk. 21:34-36

BERJAGA-JAGA SENANTIASA

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Luk 21:34, 36)

Tidak ada seorang manusia pun tahu kapan saatnya mereka dipanggil untuk meninggalkan dunia. Hari itu memang pasti datang dan akan dialami oleh semua orang, namun dia akan datang dengan tiba-tiba, tanpa peringatan dan akan begitu saja terjadi. Ingatlah bahwa tidak selalu orang yang sakit parah yang akan meninggal lebih dulu dari mereka yang tampak sehat walafiat. Atau ada pula yang berkata, mumpung masih muda, nikmatilah hidup, ayo berpesta pora dan menikmati semua kenikmatan duniawi yang ada di hadapan kita. Nanti kalau usia kita lanjut, barulah kita mulai mencari Tuhan, barulah kita bertobat. Sungguh suatu pemikiran yang sangat salah dan tidak patut ada sejenak pun dalam pikiran anak-anak Allah. Siapa kita bisa mengatur Sang Pemilik Waktu dan menentukan semau kita kapan kita boleh hidup dan kapan kita akan meninggal?

Karena kita tak tahu kapan waktu kita hidup ini akan berakhir maka dalam kondisi seperti apa pun, kita harus senantiasa berjaga-jaga supaya ketika saatnya tiba, kita sudah benar-benar siap. Janganlah hari Tuhan itu malah menjadi jerat bagi kita karena selama ini, meski mungkin kita sudah dimeteraikan menjadi anggota Kerajaan Allah lewat pembaptisan yang kita terima, kita masih saja hidup seperti anak-anak dunia. Pembaptisan, rajin ke gereja tiap minggu, dan semua aktivitas rohani lainnya bukanlah jaminan seseorang pasti akan masuk surga, terutama jika dalam kesehariaannya dia berperilaku selayaknya manusia duniawi. Segala aktivitas rohani yang dia jalani adalah percuma kalau hanya sebatas formalitas belaka akibat dia sudah terlanjur memilih menjadi penganut agama Katolik/Kristen.

Berdoalah selalu supaya kita diberi-Nya kekuatan dalam menghadapi segala yang jahat dan juga supaya kita dijauhkan dari segala jerat yang dipasang si jahat untuk mengelabui kita sehingga kita jatuh terjerumus dalam dosa dan menjadi budaknya. Hidup kudus adalah suatu keharusan bagi anak-anak Allah sejak kita memutuskan untuk mengikut Yesus. Dan ketika kita belajar hidup kudus mulai dari kita masih hidup di dunia ini, niscaya kita akan punya kekuatan ketika nantinya kita harus berdiri di hadapan Anak Manusia yang Maha Kudus.

Doa: Tuhan, aku hanya manusia yang sarat dengan kelemahan akan mudah jatuh dalam dosa jika tak ada Roh Kudus-Mu dalam diriku yang menopang dan memberi kekuatan bagiku untuk bisa hidup kudus di hadapan-Mu. Tuntun dan ingatkan aku untuk selalu berjaga-jaga setiap saat dalam hidupku, supaya aku tak jatuh dalam jerat si jahat. Amin.

(LCEST)