Kemuliaan Yang Sempurna

Hasil gambar untuk Luke 21:6

Renungan Selasa 28 November 2017

Bacaan: Dan. 2:31-45 ; MT Dan. 3:57.58.59.60.61; Luk. 21:5-11.

“Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ – akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” (Lukas 21:5-6)

Rasa kagum adalah salah satu faktor pembangun iman. Manusia bisa beriman/menyembah kepada sesuatu atau pribadi awalnya lahir dari rasa kagum terhadap sesuatu atau pribadi itu, kemudian mulai memuji dan akhirnya menyembah (bentuk pujian yang tertinggi). Biasanya manusia kagum akan keindahan, keagungan, kedahsyatan dan kemuliaannya. Di dunia ini pada umumnya yang mengejar untuk disembah adalah seorang raja.

Amsal 25:2 mengatakan: “Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu , tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.” Artinya kita mengakui Allah itu mulia dan dalam kemuliaan-Nya itu ada hal-hal yang tersembunyi yang kita belum bisa mengerti, sementara kemuliaan raja-raja; sehebat apa pun dia, masih banyak hal yang dia belum mengerti makanya kemuliaan raja-raja tetap memerlukan untuk menyelidiki sesuatu.

Seperti yang dialami raja Nebukadnesar, di dalam kemuliaannya dia tidak mengerti makna mimpinya sehingga perlu bantuan orang lain untuk menjelaskan makna mimpinya (Dan 2:31-45). Oleh karena itu kemuliaan yang sempurna hanyalah milik Allah semata; tidak ada yang lain yang layak menerima pujian dan penyembahan selain Tuhan.

Sejak semula manusia diciptakan dan dirancang Tuhan untuk menyembah Dia, karena itu secara naluriah manusia memiliki kecenderungan untuk menyembah sesuatu. Sayang, tidak semua manusia menyembah Tuhan, malah menyembah apa saja yang mengagumkan, misal: roh-roh jahat, dewa-dewa, patung, binatang, pohon, gunung, batu, kuburan, matahari, bangunan gereja, gawai, ilmu pengetahuan, komunitas, lawan jenis, gaya hidup, status sosial, jabatan, gelar, bahkan dirinya sendiri dan sebagainya.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita bahwa apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. Termasuk juga jika kita mengagumi Bait Allah. Tuhan akan meruntuhkan semua yang manusia kagumi, sebab berpotensi menjadikan kita menjadi penyembah berhala.

Terlebih CELAKA jika kita diam-diam maupun terang-terangan

  • ingin dikagumi manusia
  • mengusahakan segala cara agar dikagumi manusia (mengesankan manusia/ pengikut)
  • membiarkan manusia mengagumi kita tanpa ada usaha menolak dan mengembalikan kekaguman mereka hanya pada Tuhan

Maka sesungguhnya kita menempatkan diri kita sebagai objek yang dibenci Allah, sebab tanpa kita sadari kita sudah menjadi saingan Allah sendiri; sebagai pusat kekaguman dan penyembahan manusia. Jika kita tidak segera bertobat akan datang harinya di mana Tuhan akan meruntuhkan kita.

Sahabat, hanya Allah saja yang memiliki kemuliaan yang sempurna dan sudah seharusnya kita kagumi dan sembah. Yesus layak dikagumi dan disembah karena Dia Allah dan karena apa yang telah dilakukan bagi kita. Dan jika hati kita terus-menerus dan semakin mengagumi dan menyembah YESUS maka kita akan diluputkan dari mengagumi hal-hal yang lain. Semoga dengan cara ini kita akan terhindar dari hal-hal yang menyesatkan (Lukas 21:8). Tuhan Yesus memberkati kita semua. (FHM)