Siap Menerima Rahmat Tuhan

Renungan Senin 19 Januari 2015, Pekan Biasa II

Bacaan: Ibr. 5:1-10; Mzm. 110:1,2,3,4;Mrk. 2:18-22.

Perikop bacaan dari Mrk. 2:18-22 berkata tentang hal berpuasa. Melalui bacaan tersebut Yesus mengingatkan dan menegur saya bahwa berpuasa itu bukan hanya sekedar suatu kewajiban. Tapi saya harus menyadari bahwa dengan berpuasa berarti saya membuang hal-hal yang tidak baik dan tidak berkenan di mata Tuhan, jadi bukan hanya sekedar menahan nafsu makan dan minum saja. Kalau saya selama ini melakukan puasa hanya sekedar karena ini adalah aturan yang sudah ditetapkan oleh gereja dan tidak menyadari bahwa semua ini adalah untuk kebaikan saya sendiri. Padahal seharusnya dengan berpuasa ini saya sedang membersihkan diri saya sendiri dan siap untuk menerima Rahmat Tuhan yang baru, seperti yang dikatakan pada ayat bacaan di atas tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua dan tidak seorangpun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang baru. Begitu pula kalau saya tidak membersihkan diri saya terlebih dahulu dan menjadi manusia yang baru maka rahmat yang Tuhan berikan pada kehidupan saya akan juga sia-sia. Karena saya tidak bisa melihat setiap Rahmat dan kasih Karunia Tuhan dalam kehidupan saya. Setelah saya menyadari hal tersebut maka saat saya menjalankan puasa tidak lagi hanya sekedar suatu kewajiban saja tapi saya melakukan itu semua dengan segenap hati, dan luar biasanya saya lebih bisa merasakan bahwa Rahmat Tuhan sungguh luar biasa dalam kehidupan saya sehari-hari. Saat ini saya dan keluarga bisa melayani bersama-sama meskipun kedua anak saya masih kecil. Amin.

SN