Seekor Anjing Kecil Ciptaan Tuhan Yang Dicintai

Pada hari Senin tanggal 15 Desember 2008, aku menerima SMS dari seorang teman di Semarang. Isi SMS sangat sederhana, tetapi juga sempat membuat hatiku sedikit bergejolak. Temanku minta dukungan doa karena anak anjingnya yang berusia 4 bulan hilang entah ke mana. Mula-mula aku berpikir, tentang anjing saja, mengapa mesti SMS jauh-jauh ke Surabaya ??

Tetapi seketika, aku mendapatkan sesuatu, yaitu bahwa meskipun CUMA seekor anjing kecil, tetapi mahluk itupun ciptaan Tuhan. Kalau Tuhan menciptakan, pasti Tuhan juga mempedulikannya.

Selasa, 16 Desember, seperti biasa, aku berada bersama teman-teman kelompok doa syafaat di SEP untuk memuji dan menyembah Tuhan mulai pk. 10.00 – 12.00.

Aku merasa adanya dorongan kuat untuk mendoakan agar anjing itu bisa ditemukan kembali oleh pemiliknya. Ada suatu keyakinan yang muncul dalam hatiku, pasti anjing itu akan kembali. Maka selesai doa, aku tanyakan kembali kepada si pemilik via SMS. Jawaban yang kuperoleh adalah : anjing itu sudah direlakan, walaupun tidak diketemukan lagi. Aku meyakinkannya agar tetap berdoa karena Tuhan juga mencintai dan mempedulikan ciptaanNya ini.

Rabu sore, 17 Desember, aku menerima SMS lagi dari teman tersebut yang bernuansa penuh syukur dan sukacita, mengabarkan bahwa anjing kecilnya telah ditemukan kembali. Dengan peristiwa ini aku melihat beberapa hal (bukan hanya sekedar kembalinya sang anjing kecil) : (1). Kalau anjing saja TUHAN peliharakan dan pedulikan, apalagi aku, yang diciptakanNya secitra dengan gambarNya. (2.) Melalui peristiwa ini, untuk kesekian kalinya TUHAN membuktikan kehadiranNya dalam hidupku. (3.) Tuhan mendengarkan doa dari team doa syafaat SEP yang mau dengan tekun dan setia hadir dan menyembahNya setiap Selasa, baik ataupun tidak baik waktunya.

Untuk membalas kasihMU yang tak terbatas, Tuhan, dengan apakah aku sanggup membalasnya, selain dengan mempersembahkan hidupku kepadaMU.

Surabaya, 20 Desember 2008. (Judy Nuradi).